Social Media

Share this page on:

Sugo dan Tikno Perkaya Varian Durian di Kabupaten Malang, Yuk Cicipi Kelezatannya

22-03-2018 - 14:04
Budi Widodo saat meneliti buah durian Tikno di Desa Ngadirejo, Jabung yang merupakan varian langka. (Nana)
Budi Widodo saat meneliti buah durian Tikno di Desa Ngadirejo, Jabung yang merupakan varian langka. (Nana)

MALANGTIMES - Berkat ketekunan beberapa orang yang mencintai dunia perkebunan di Kabupaten Malang,  akhirnya ditemukan dua varian durian baru yakni Sugo dan Tikno di Desa Ngadirejo,  Kecamatan Jabung. 

Penemuan Sugo dan Tikno tersebut, terbilang sangat berharga bagi dunia perkebunan di Kabupaten Malang maupun di tingkat nasional. Pasalnya,  dua varian duren tersebut terbilang langka. 

iklan

"Penemuan ini tentunya menggembirakan karena akan menambah kekayaan buah durian, khususnya di Kabupaten Malang," kata Budi Widodo yang aktif di Komunitas Sejuta Wisata, Kamis (22/03). 

Durian Sugo dan Tikno yang ditemukan beberapa hari lalu disebut langka dikarenakan masih minimnya jenis durian tersebut. Selain cita rasa yang enak, edible portionnya (porsi daging buah yang bisa dimakan) di atas 25 persen.

Edible portion dua varian duren tersebut juga telah dilakukan pengujian sebanyak tiga kali. Sehingga dua durian baru memang layak dikonsumsi dan diperbanyak pertumbuhannya. 

Budi menjelaskan, ciri-ciri durian Tikno adalah memiliki biji kecil, daging tebal dengan tekstur lembut. Selain itu kering, punel, gurih, aroma sedang, dengan warna putih semburat kuning. 

"Rasanya manis legit dan ada sedikit pahit, tapi tipis rasanya. Durian ini memiliki rasa yang kuat waktu dikunyah, " ujar Budi. 

Dia melanjutkan, untuk durian Sugo hampir sama dengan durian Tikno, hanya warna daging buahnya kuning dan pahitnya agak kuat sedikit.

Penemuan dua varian durian di Kecamatan Jabung yang memiliki 12.400  pohon atau setara dengan 124 hektar, dengan populasi per hektarnya 100 pohon. Akan membuat Kabupaten Malang semakin kaya dengan produk perkebunan yang selama ini identik dengan apel, kopi dan jeruk. 

Selain dua varian durian  yang telah ditemukan di Ngadirejo, Jabung, tim dari Komunitas Malang Sejuta Wisata juga menemukan beberapa varian lainnya yang saat ini belum dieksplor lebih dalam. 

"Kita memang menemukan beberapa varian durian lain. Tapi belum tereksplor," ujar Budi. 

Disinggung mengenai penamaan dua durian langka tersebut, Budi menyatakan, diambil dari nama pemilik pohon durian, yaitu Agus dan Sutikno. 

"Saya yang menamakannya dari nama pemilik pohon dengan sedikit modifikasi kata," pungkas Budi. 


Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Top