Social Media

Share this page on:

Buntut Kasus Plagiat UIN Malang, Mahasiswa Tuntut Pembantu Rektor I Mundur

16-04-2018 - 14:35
Para mahasiswa saat melakukan askinya di depan gedung Rektorat UIN Maliki Malang, Senin (16/4/2018) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para mahasiswa saat melakukan askinya di depan gedung Rektorat UIN Maliki Malang, Senin (16/4/2018) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus plagiat yang menimpa Pembantu Rektor (PR) I, Dr Zainuddin memicu reaksi para mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Senin (16/4/2018).

Sekitar 50 lebih mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi (AMPLI), menyerukan tuntutan PR 1 untuk bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya.

iklan

Holili, kordinator aksi demo tersebut mengungkapkan bahwa dugaan kasus plagiat yang dituduhkan kepada PR I dianggap pelanggaran akademik dan telah mencoreng dunia pendidikan. Maka dari itu, ia meminta rektor memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

"Terlebih lagi, motifnya dilatarbelakangi tujuan kenaikan pangkat. Jika dibiarkan, hal ini, merupakan satu preseden buruk bagi institusi UIN Malang," ungkapnya.

Lanjutnya, budaya pasantren yang penuh dengan kesantunan, kejujuran, dan integritas tinggi yang sudah dikembangkan selama ini, seolah runtuh dan hancur berkeping-keping akibat tindakan amoral oknum plagiator yang tidak mengindahkan budaya kejujuran yang selama ini dijaga dan dirawat.

"Karenanya rektor harus bertindak dan terus memberikan perkembangan kasusnya. Kami akan tetap mengawal kasus ini sampai selesai," beber mahasiswa semester enam tersebut.

Sementara itu, ditengah aksi demo di depan gedung rektorat tersebut, mahasiswa ditemui oleh Wakil Rektor III Dr. H. Isroqunnajah. Di hadapan para mahasiswa, ia mengungkapkan bahwa saat ini kasusnya sudah ditangani Polres Malang Kota.

"Kami menunggu hasil pemeriksaan dari Satreskrim Polres Malang Kota,” jelasnya.

UIN Maliki Malang terus berkomitmen menjaga integritas lembaga sebagai instansi pendidikan terhadap tindakan plagiasi.

Ia menyampaikan, keheranannya, bahwa buku yang sudah dibuat delapan tahun lalu bisa menjadi permasalahan saat ini.

"Selama ini kan memang enggak ada persoalan. Tiba-tiba ada yang mengadukan ke kepolisian," ungkap Gus Is sapaan akrab Wakil Rektor III tersebut.

Jajaran rektorat juga bakal melakukan rapat untuk menentukan apakah ada unsur plagiasi atau tidak seperti yang dituduhkan selama ini. Untuk hal tersebut, pihaknya akan mengundang ahli menilai dan mencari solusi kasus ini. 


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Top