Social Media

Share this page on:

Belum Banyak Orang Tahu, Penulis Muda Ini Berasal Dari Malang

23-04-2018 - 16:32
foto ilustrasi (rnib)
foto ilustrasi (rnib)

MALANGTIMES - Yang muda yang berkarya. Begitulah ungkapan yang menggambarkan semangat anak-anak muda asal Malang. Di usia muda, mereka punya sebuah karya tulis yakni buku.

Pada momentum Hari Buku Sedunia tanggal 23 April ini, MalangTIMES menghadirkan penulis asal Malang yang usianya belum beranjak kepala 3. Siapa saja?

iklan

Hidayatul Fajriyah (Luluk HF)

Adalah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bernama Hidayatul Fajriyah. Ia muncul dengan nama pena Luluk HF. Mulanya Luluk iseng menjajal aplikasi Wattpad.

Dan lahirnya karya berjudul Delov, Devilenlovqer, EL dan Mariposa. "Delov" yang ia tulis di laman Wordpress mampu cetak buku. Tak hanya itu saja, "EL" mulai dilirik oleh production house Jakarta untuk diangkat ke layar lebar.

“Saya ditemui oleh produser, sutradara dan penulis skenario. Saya telepon orang tua, minta pendapat teman, dan akhirnya mantap hati untuk tanda tangan kontrak pembelian hak adaptasi filmnya,” jelas penulis berusia 22 tahun itu sebagaimana dikutip dari laman resmi kampus.

Riris Khansa Najibah

Penulis muda asal Malang lainnya adalah Riris Khansa Najibah. Ia menulis buku berjudul "Senangnya Menghafal Al Quran" yang diterbitkan oleh Indiva.

Dilansir dari Surya Malang, gadis kelahiran 16 Februari 2005 ini menggarap buku usai menyelesaikan PR. Buku lain yang bakal digarap olehnya adalah "Aku Bukan Anak Pesantren, Tapi Bisa Nyantri di Mana-Mana".

Mustika Nur Amalia 

Penulis asal Malang berikutnya adalah Mustika Nur Amalia. Karya wanita kelahiran 1991 adalah novel Only You dan Remorse.

Novel berjudul Only You menceritakan proses seseorang move on dari mantan kekasih. Kedua ialah novel berjudul Remorse. "Kalau ini tentang penyesalan dan cinta yang terpendam," jelasnya pada MalangTIMES.

Proses kreatif Mustika menulis novel datang dari hal-hal sederhana yang ia temui di kehidupan. Tak jarang inspirasi datang saat ia menonton film atau drama Korea. 

"Dari mana saja. Biasanya sebelum nulis aku bikin premis besar mau nulis tentang apa. Nah sebelum nyusun plot dan outline ini aku sering baca buku, lihat film, oh kayaknya bagus kalau tentang ini tapi aku mau bikin versiku sendiri. Kebetulan aku suka genre romance yang menurutku enggak ada matinya dan pasti punya pasar dari berbagai usia," jelasnya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Top