Social Media

Share this page on:

Sengatan Kalajengking Pakdhe Joko Bikin Heboh

03-05-2018 - 09:15
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

*dd nana

Siapa yang tidak kenal dengan Pakdhe Joko di desa yang hidup dari ruam aroma kopi Ceu Imas serta warganya yang ceplas ceplos kalau ngomong ini. Dari anak kecil sampai yang sudah tua renta,  pasti mengenal dan entah kenapa menghormatinya. 

iklan

Setiap ucapan dan perbuatannya pasti akan menjadi trending topic (meminjam bahasa mesin). Jadi, perbincangan yang akan membuat  warkop Ceu Imas ramai dari pagi sampai pagi lagi. Kalau tidak ditutup paksa oleh pemiliknya ini. "Walau ini warkop tetap ada aturan buka tutupnya. Gih pada pulang,  saya mau tutup, " begitu selalu Ceu Imas menghardik sayang para pelanggannya. 

Konon,  kata orang-orang,  kharisma pakdhe Joko bukan karena tubuhnya yang kekar karena olahraga sejak muda. Tubuh pakdhe Joko kerempeng,  yaa kayak orang kebanyakan di desa ini. Atau karena otaknya yang cemerlang banget-banget kaya pakdhe Habib yang hijrah ke Eropa setelah istri tercintanya wafat. Pakdhe Joko orang yang biasa-biasa saja. 

"Tapi kalau sudah ngomong beuhh bikin orang klepek-klepek. Sebagian lainnya bisa sampai berurai air mata karena bahagia dan akhirnya menjadi followernya. Pakdhe ini pasti punya ajimat atau elmu yang bikin dirinya seperti itu, " ucap Somad. 

"Ente kagak tau tah tong. Joko tuh dulu pernah digigit kalajengking. Seminggu dah dia terkapar dan nyerocos kagak ada juntrungannya. Usut punye usut tuh kalajengking kate orang sakti, bukan kalajengking biase, " cerocos Mbah Djenggot bertampang Chuck Noris. 

Setelah seminggu antara sadar dan tidak,  Joko muda bangun dan setiap omongan dan perbuatannya bikin kaget orang banyak. Dari mulutnya lahir berbagai kalimat yang membuat desa ini terayomi. Walaupun tentunya yang sirik juga banyak atas kelebihan Joko. Mereka terus menerus mengusik kharismanya dengan berbagai cara. 

"Tapi langit telah memilih si Joko tong. Lewat makhluk yang dijauhi manusia,  ya kalajengking itu. Jadinya,  orang-orang yang sirik tuh,  kerap tersengat oleh Joko, " lanjut Mbah Djenggot. 

"Jadi saat pakdhe Joko ngomongin racun kalajengking saat diundang ke kota J sebagai keynote speaker, karena adanya pertalian historis ya dengan masa mudanya pakdhe," tanya Ceu Imas penasaran. 

Diceritakan dari mulut ke mulut, mulut pakdhe Joko saat ceramah waktu itu,  memang membicarakan kalajengking. Bukan karena bahayanya makhluk yang katanya sulit dijinakan manusia ini untuk kepentingan budidaya. Tapi manfaat racunnya yang bisa membunuh manusia dalam hitungan jam yang dibelokkan dengan mahir sebagai suatu peluang bisnis yang membuat liur setiap pendengar menetes dengan tidak sadar. 

Pakdhe Joko mengatakan,  kalau kalian ingin kaya dengan cepat jangan beternak anak eh beternak emas. Tapi cari deh racun kalajengking. Racunnya sangat mahal sekali dibandingkan apapun benda yang mahal yang diambil dari tubuh binatang. 

"Daripada kalian tergiur untuk ngutil uang rahayat atau menerima uang dari proyek dari pihak ketiga di bawah kuasa kalian. Bahaya. Pasti diciduk deh kalian walau serapi apapun aksi dramanya. Mending cari racun kalajengking. Satu liternya dihargai Seratus empat puluh lima miliar rupiah lo, " kata pakdhe Joko sambil tertawa. 

Eladah ternyata omongan pakdhe Joko ini ditanggapi serius banget oleh para pendengarnya yang langsung membiakkan omongan tersebut ke berbagai lapisan legit masyarakat. 

"Heboh lah sudah tuh kota,  bahkan sampai desa-desa. Bisa aja deh emang si Joko, " kekeh Mbah Djanggut. 

Ada yang langsung menyerang omongannya. Ada yang memuji idenya. Ada yang menjadikannya olok-olok. Bahkan ada yang sudah ancang-ancang berburu kalajengking. "Boh,  boh,  heboh deh. Padahal kata si Joko tuh,  dia hanya berkelakar dan menggoda para pengiri yang ada di acara tersebut. Sengatan kalajengkingnya memang top, " Mbah Djenggot masih saja tertawa. 

"Tapi,  jangan-jangan itu perjanjiannya antara pakdhe Joko dengan kalajengking yang pernah menggigitnya waktu dulu?, " tebak Sukro yang kadang doyan baca buku dan majalah misteri yang masih bertahan hidup di zaman milineal ini. 

Chuck Noris KW entah berapa terdiam. Sebelum menceritakan apa yang pernah dilihatnya dulu mengenai cerita Joko dan kalajengking,  dia menyeruput kopinya. 

Dari penuturan orang sakti yang menyembuhkannya itu,  memang pernah disampaikan,  akan ada waktu manusia berbondong-bondong datang ke makhluk yang sering dijauhinya. Makhluk berbisa yang dianggap tidak ada gunanya diciptakan di dunia. Padahal Tuhan menciptakan makhluknya dengan diiringi manfaat bagi makhluk lainnya. 

"Tandanya adalah dengan munculnya orang biasa yang akan jadi pemimpin orang-orang biasa. Ya Joko itu yang dipilihnya. Katanya juga tuh, si Joko ini nanti yang akan menarik para kalajengking dari kegelapan menuju jalan terang, " gumum Mbah Djenggot. 

"Tapi, anjuran itu walau pun benar hanya kelakar  bisa berbahaya lo Mbah. Kita ini kan gampang silau kalau berhadapan dengan duit buanyak dengan cara cepat. Tuh buktinya orang-orang yang katanya beragama saja bisa tenggelam kalau urusan duit gampang. Dosa saja tidak takut apalagi cuma kalajengking. Apa tidak akan jadi berabe tuh kita nih nanti, " ucap Sukro yang sudah membayangkan,  banyak orang berganti profesi dan menjadi pemburu kalajengking. 

"Lo kira gampang berburu kalajengking tong. Apalagi kudu ngumpulin racunnya sampe seliter, " gelak Mbah Djenggot. 

Walau racun kalajengking dianggap memiliki banyak potensi sebagai obat kanker dan penyakit mematikan lainnya,  tapi sulit didapatkan. "Lo baca deh penelitian di Science News for Students tulisan dari ahli racun Bora Inceoglu," lanjut Mbah Djenggot. 

Si ahli racun ini menyampaikan,  bahwa dalam satu ekor kalajengking yang menyemprotkan racunnya,  hanya keluar bisa sebanyak  5 mikroliter hingga 50 mikroliter racun. Sedangkan dari laporan Science Nature,  satu kalajengking hanya bisa mengeluarkan bisa sampai 0,5 miligram saja. 

Jadi kalau ingin mendapatkan satu liter racun kalajengking,  kita harus mendapatkan 200 kalajengking. Dengan asumsi satu kalajengking hanya bisa menghasilkan racun 5 mikroliter. Anggap kita beruntung  bisa kumpulkan tuh 200 kalajengking. Trus bagaimana cara mengeluarkan racunnya? Langsung lo pegang terus diperes kayak susu sapi? 

"Lo dah paham tong? "

*Penikmat Kopi Lokal Gratisan 



TAG'S

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Top