Social Media

Share this page on:

Mantan Napi Kasus Pembunuhan Istri Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos

12-05-2018 - 17:52
Korban yang ditenukan tewas diatas tempat tidur dengan kondisi mengenaskan(ist)
Korban yang ditenukan tewas diatas tempat tidur dengan kondisi mengenaskan(ist)

MALANGTIMES - Mantan narapidana kasus pembunuhan terhadap sang istri pada 2013 silam, yakni Imam Santoso (65) yang tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Gempol Marga Bhakti, Sukun, Kota Malang, ditemukan tewas membusuk dikerubungi belatung, Sabtu (12/5/2018).

Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kos bernama Markasim sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu Markasim merasa janggal. Pasalnya dari arah kamar korban tercium bau yang tidak sedap. Terlebih lagi, selama beberapa hari korban juga tidak terlihat keluar.

iklan

Setelah itu, Markasim mendekati kamar korban dan bau tidak sedap pun semakin menyengat, hingga akhirnya Markasim membuka pintu kamar kos.

Betapa kagetnya Markasim melihat kondisi korban sudah terlentang di atas kasur dalam kondisi tak bernyawa. Tubuh korban terlihat menghitam disertai dengan bau yang sangat busuk.

Mengetahui hal tersebut, ia lantas menghubungi pihak kepolisian yang langsung menerjunkan tim identifikasi. Tiba di lokasi tim identifikasi Polres Malang Kota langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, diduga korban telah meninggal sejak tiga hari yang lalu.

Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan penyebab kematian korban dari hasil identifikasi murni karena menderita penyakit.

"Di tubuh korban, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dari hasil lidik meninggal karena sakit," pungkasnya.

Jenazah korban sendiri saat ini sudah dievakuasi ke kamar mayat RSSA Kota Malang untuk identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, dari informasi tambahan, korban yang merupakan bekas pensiunan pegawai BUMN belum lama keluar dari Lapas Lowokwaru setelah menjalani hukuman selama empat tahun enam bulan penjara akibat pembunuhan terhadap istrinya di GOR Bima Sakti Jalan S.Supriadi, Sukun pada 2013 lalu.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Top