Social Media

Share this page on:

Ini Tips Mempersiapkan Sahur agar Tetap Bugar hingga Berbuka

16-05-2018 - 08:37
Foto : Tribunnews
Foto : Tribunnews

MALANGTIMES - Ramadan telah tiba. Seluruh umat muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa.

Satu hal yang tidak boleh dikesampingkan saat menjalankan ibadah puasa adalah sahur. Menurut ahli gizi, sahur sama pentingnya dengan sarapan untuk menjaga kebugaran tubuh.

iklan

Seharian tidak makan dan minum tentu bukan menjadi alasan untuk kita bermalasan saat berpuasa. Untuk menjaga kebugaran, ada baiknya jika kita menjaga pola makan saat sahur. Tentunya dengan menyiapkan menu yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh selama 12 jam.

Ahli gizi di Kota Malang Ayu Bulan Febry K. D. AMG SKM MM menyampaikan, sahur sangat sayang jika dilewatkan. Sebab, dengan sahur, tubuh akan memiliki glikogen atau cadangan energi yang akan menjaga tubuh tidak lemas. 

Saat sahur, sebagian dari kita mungkin lebih memilih makan sesuatu yang lebih cepat dihidangkan atau makanan instant. Padahal, kebiasaan ini masuk dalam kategori buruk dan tidak memenuhi kebutuhan tubuh kita selama satu harian penuh.

Makanan kaleng dan makanan instan, menurut perempuan berkerudung ini, lama dicerna tubuh dibandingkan makanan yang dibuat sendiri. Proses pencernaan yang berkepanjangan itu tentu saja memboroskan banyak energi. Sehingga tidak cukup banyak sisa energi dari makanan yang bisa disimpan sebagai cadangan energi tubuh (glikogen). 

Selain itu, lanjut Febry, pangan olahan umumnya tinggi zat tambahan makanan, khususnya garam natrium seperti MSG, pengawet natrium benzoat. Ini kurang baik bagi orang yang mengidap tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah, dan penyakit jantung.  

"Karena ada banyak yang malas harus memasak saat sahur, caranya bisa diakali dengan banyak cara," katanya kepada MalangTIMES belum lama ini.

Untuk mengakali rasa malas itu, ada banyak hidangan yang bisa disajikan dengan praktis. Di antaranya nasi goreng dengan catatan di dalamnya juga mengandung protein dan serat yang lengkap. Dalam nasi goreng diusahakan ada sayur dan daging atau telur.

Aneka olahan kering seperti sambal kering teri, abon ikan, dan sambal kering kentang tempe yang biasanya disiapkan sebelum puasa juga sangat bagus. Selain praktis, lauk kering tersebut ternyata juga kaya akan serat gizi.

Dia pun menyarankan untuk menghindari beberapa olahan yang terlalu asin, asam dan pedas saat sahur. Makanan yang banyak mengandung garam akan menyebabkan tubuh mudah haus. Sedangkan makanan yang terlalu asam dan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan. 

"Pastikan kita mengonsumsi banyak cairan seperti air putih, susu low fat, sari kacang hijau, jus buah tanpa gula, sehingga tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan)," tambah Febry.

Dia juga menyampaikan, hidangan berkuah juga sangat bagus disajikan ketika sahur karena dapat membantu mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan yaitu sekitar dua sampai tiga liter per hari. Sempurnakan makan sahur dengan segelas susu tanpa gula dan bukan teh manis. Sebab, teh bersifat  diuretika (mudah buang air kecil) yang akan membuat kita sering buang air kecil. "Ini dapat membuat tubuh kita lemas pada saat puasa karena terlalu banyak buang air kecil," pungkasnya. (*)

 


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top