Social Media

Share this page on:

Perburuan Densus 88 Sampai ke Malang, Pakar : Terorisme Bukan Hal Baru di Malang

16-05-2018 - 15:50
Peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan teroris di salah satu gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) (Foto : Dok/MalangTIMES)
Peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan teroris di salah satu gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) (Foto : Dok/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Buntut insiden bom meledak di Surabaya dan Sidoarjo sejak Minggu (13/5/2018) lalu, Densus 88 (Detasemen Khusus 88) terus melakukan perburuan hingga ke Malang. Beberapa titik seperti kawasan Singosari, Pakis, dan Karangploso pun telah didatangi.

Secara historis, Malang memang memiliki jaringan terorisme yang sudah menjadi perhatian. Hal itu disampaikan Pakar Terorisme Universitas Brawijaya (UB), Yusli Effendi yang menyebut jika Malang bukan tempat baru bagi terorisme.

iklan

"Kita harus ingat, bahwa Malang memang bukan tempat baru untuk terorisme," katanya pada wartawan.

Pada 2014, menurutnya, deklarasi Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) telah dilakukan di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sejak saat itu, titik merah terorisme pun terpusat pada daerah Kabupaten Malang. 

Sedangkan saat ini, lanjut Yusli, titik merah itu terus berkembang dan meluas. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian seperti Singosari, Dau, dan Karangploso. Bahkan ada beberapa terduga teroris yang menurutnya juga sempat ditangkap dan ternyata berasal dari daerah seperti Sumbermanjing Kabupaten Malang.

"Sudah sangat meluas, dan kini penangkapan di berbagai wilayah Kabupaten Malang," urainya sembari menyebut jika Malang Raya sejak beberapa tahun terakhir telah menjadi titik penting penyebaran ideologi radikalisme.

Namun meski begitu, ia menilai jika masyarakat harus memberi ruang yang seluas-luasnya bagi pihak kepolisian dan institusi yang berwenang untuk menyelesaikan kasus teror yang terjadi akhir-akhir ini.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Top