Social Media

Share this page on:

Pemkot Batu Ajak Warga Ngabuburit lewat Festival Budaya Religi Among Tani

22-05-2018 - 12:05
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Pemkot Batu terus berupaya melestarikan kebudayaan di Kota Batu. Memasuki bulan Ramadan kali ini, Dinas Pariwisata Kota Batu bakal menampilkan kebudayaan dengan menggelar kegiatan bertajuk Festival Budaya Religi Among Tani Ngabuburit pada 29-30 Mei mendatang di Balai Kota Among Tani.

Festival budaya ini tentunya sambil mengajak warga sekitar Kota Batu dan wisatawan untuk ngabuburit sambil menunggu waktu bukan di Balai Kota Among Tani. Sebab, dalam kegiatan tersebut bakal bagi-bagi takjil kepada mereka yang datang dalam kegiatan pada pukul 15.00 di Balai Kota Among Tani. 

iklan

Dalam kegiatan ini, kebudayaan yang bakal diangkat adalah gema Ramadan, musik religi, gandrung rasul, al-banjari, dan bakal dihibur oleh band-band. Tentunya dengan menampilkan kegiatan ini agar masyarakat semakin mengenal kebudayaan tersebut. 

“Karena sekarang memasuki bulan suci Ramadan sambil melestarikan kebudayaan kami mengangkat kebudayaan religinya. Ya seperti al-banjari. Yang penting, kami menyesuaikan dengan bulannya juga,” ungkap Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, Selasa (22/5/2018).

Sambil menikmati kebudayaan religi itu, warga sekitar dan masyarakat juga bisa menikmati suguhan yang sudah disiapkan oleh Disparta Kota Batu dengan menyuguhkan beragam bazar Ramadan yang siap memanjakan para warga dan wisatawan. 

Ia menambahkan, banyak kebudayaan religi ini perlu digali untuk melestarikan kebudayaan di Kota Batu. Sebab, di Kota Batu sendiri banyak penggiat dalam bidang ini

“Penggiat Kebudayaan Islam di Kota Batu ini sangat banyak. Sehingga perlu dimunculkan agar masyarakat maupun wisatawan mengerti seperti apa itu kebudayaan religi yang dimiliki di Batu,” katanya.

Menurut Imam, kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat di desa. Sebab, misinya memberikan kesempatan bagi pelaku dan kelompok seni supaya tidak mati suri. 

“Melalui momen ini, sekaligus untuk memberi kesempatan kepada kelompok budaya religi. Kami memberikan kesempatan untuk tampil agar terus dikenali masyarakat,” ucap pria yang juga staf ahli ini.

Even itu digelar sekaligus menjadi upaya pelestarian agar kebudayaan ini tidak hilang sejaligus untuk menarik wisatawan. (*)


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)

Top