Social Media

Share this page on:

Selama Bulan Puasa di Arema, Hanif Sjahbandi Kangen Masakan Orangtua

22-05-2018 - 21:08
Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi merasa kangen dengan masakan orangtuanya. (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)
Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi merasa kangen dengan masakan orangtuanya. (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terus merumput dan menjalani jadwal latihan selama bulan Ramadan, tentu menjadi sebuah tantangan bagi setiap pemain bola. Apalagi jika keluarga berada jauh di luar kota, tentu rasa kangen semakin besar.

Tak terkecuali dirasakan oleh gelandang Arema FC Hanif Abdurrauf Sjahbandi. Pemain yang akrab disapa Hanif ini merasa kangen dengan masakan orangtuanya selama menjalankan ibadah bulan puasa.

iklan

Hanif mengatakan suasana bulan Ramadan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya tahun ini dirinya tidak bisa buka bersama orangtua di kampung halamannya di Bandung.

"Iya pasti berbeda, biasanya saya buka dan sahur dengan keluarga sekarang buka dan sahur bersama semua tim Arema dan dimasakin sama Mbak Nur (juru masak di mes Arema). Jadi saya kangen masakan orangtua di rumah," kata Hanif kepada MalangTIMES.

Pria 21 tahun ini mengatakan dalam menjaga pola makan selama latihan hingga pelaksanaan pertandingan ia memiliki beberapa trik.

"Sebenarnya pola makanannya sama, bedanya saya harus banyak minum dan memperbanyak vitamin dan menjauhi makanan yang dilarang tim medis, itu saja sih," terang pemain yang bergabung bersama Arema sejak Januari 2017 lalu itu.

Menurut pemain pemilik jersey nomor 19 ini dalam memaknai bulan puasa Ramadan merupakan suatu ibadah yang wajib dilakulan umat muslim setahun sekali.

"Latihan di bulan puasa tidak menjadi sebuah halangan saya dan para pemain untuk melakukan aktivitas bermain sepak bola. Justru puasa malah bisa menyehatkan tubuh," ujar pemain yang pernah membela Timnas Indonesia U-23 itu.

Di samping itu, padatnya jadwal pertandingan Liga 1 2018 yang cukup padat ini membuatnya tak punya waktu luang untuk pulang kampung ke Bandung. Kemungkinan Hanif bisa pulang kampung dan berkumpul keluarganya saat liburan lebaran nanti.

 


Pewarta : Imam Syafi'i
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Top