Social Media

Share this page on:

Tahun Ini, Kuota Siswa Baru Khusus Warga Tak Mampu Kota Malang Ditambah

24-05-2018 - 13:03
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM (Foto : Dok/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM (Foto : Dok/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beda dengan tahun sebelumnya, kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) khusus bagi warga tak mampu di wilayah Kota Malang ditambah.

Karena jika sebelumnya kuota untuk warga tidak mampu hanya 20 persen, kali ini ditambah menjadi 30 persen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah usai melakukan koordinasi persiapan PPDB di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (24/5/2018).

iklan

Sesuai dengan Permendiknas Nomor 14 Tahun 2018 Pasal 16, maka Pemerintah Kota Malang menurutnya memutuskan untuk menetapkan sistem zonasi. Dengan rincian 60 persen adalah jalur wilayah, 30 persen jalur umum, dan lima persen untuk calon peserta didik dari luar kota.

"Ketentuan itu berlaku untuk TK, SD, dan SMP," terang perempuan berhijab itu pada wartawan.

Lebih lanjut dia menjelaskan jika dalam jalur wilayah dibuat dua ketentuan. Pertama, 30 persen diperuntukkan bagi siswa kurang mampu dengan radius 500 meter dan warga mampu dengan radius 200 meter dari titik koordinat yang ditentukan. 

"Untuk yang masuk kategori itu sudah pasti langsung diterima," jelas Zubaidah.

Sementara, untuk ketentuan ke dua, kuota 30 persen sisa dari jalur wilayah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dengan zonasi yang telah dibuat. Di mana Kota Malang telah menetapkan beberapa rayon.

Selanjutnya untuk kuota sebesar 35 persen diperuntukkan bagi jalur reguler atau pendaftaran secara online. Di dalamnya termasuk siswa berprestasi sesuai ketentuan yang dibuat.

"Misalnya menjadi juara lomba yang diadakan pemerintah, minimal tingkat provinsi," jelaskan.

Sedangkan untuk kuota sebesar lima persen dapat digunakan untuk menerima siswa dari luar kota. Zubaidah menegaskan jika aturan yang dibuat tersebur harus diikuti oleh seluruh masyarakat. Baik yang ada di dalam kota maupun luar Kota Malang.

"Sistem ini disamping untuk mempermudah warga Kota Malang juga diharap bisa dipatuhi oleh warga luar kota yang hendak bersekolah di Kota Malang. Termasuk untuk warta di perbatasan," tutupnya.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Top