Social Media

Share this page on:

Disdik Buat Guru Matematika SD Kota Malang Gembira, Ini Caranya

30-05-2018 - 13:53
Pelatihan matematika untuk guru SD yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Malang di Hotel Savana, Rabu (30/5) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Pelatihan matematika untuk guru SD yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Malang di Hotel Savana, Rabu (30/5) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bulan Ramadan tidak menyurutkan aktivitas ratusan guru SD di Kota Malang. Sebanyak 180 guru mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang di Hotel Savana kawasan Jalan Letjen Sutoyo Kota Malang, Rabu (30/5/2018). 

Tak ada raut muka lesu, justru gelak tawa tak henti mewarnai pelatihan matematika dasar. Apa sebabnya? Bila umumnya pelatihan terkenal membosankan, kali ini Disdik Kota Malang menghadirkan pembicara energik. Ia adalah Fahrurodin HS. 

iklan

Fahrur merupakan pendiri Matematika Dahsyat Indonesia (MDI). Sejak 2007, ia telah memotivasi ribuan guru di seluruh Indonesia untuk mengembangkan konsep pembelajaran matematika yang menyenangkan dan menarik. 

Topik mengajar matematika yang ia terapkan ialah memaksimalkan otak kiri dan otak kanan. Ada beragam metode yang dikenalkan Fahrur mulai FEM (Fun and Easy Math) dan konsep SURF yaitu Sederhana (Simple), Bermanfaat (Useful), Kontekstual (Relevant) dan Menyenangkan (Fun).


Peserta pelatihan matematika yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Malang di Hotel Savana pada Rabu (30/5) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Dia pun mulai mempraktikkan rumus-rumus sederhana dalam menguasai pembagian. "Ayo ibu-ibu dan bapak-bapak sekarang saya tanya 56 dibagi 7 sama dengan berapa?," tanya pria berkacamata itu. 

Nyatanya, tidak semua guru cepat menjawab setiap pertanyaan pembagian yang diajukan oleh Fahrur. Sampai pada pembagian 56 dibagi 7 rupanya banyak juga guru yang sempat terdiam lama. 

"Bapak ibu, kalau saya yang mengajar begini 56 dibagi 7 itu kan hasilnya 8. Rumusnya gampang kalau diminta jelaskan ke siswa. Setelah 5 lalu 6 lalu 7 lalu berapa ya 8 jawabnya," jelas ia sembari mencatat pada layar proyektor. 

Sontan para guru SD Kota Malang dibuat tersenyum. "Tapi ini tidak semua rumus bisa diterapkan begini lho ya. Oh ya saya mau jelaskan juga soal otak kanan dan otak kiri. Intinya pembagian itu bukan lagi cara lama porogapit (cara melakukan pembagian bersusun panjang)," kata dia lantas disambut tawa oleh para guru.


Modul pelatihan yang memuat rumus-rumus sederhana nan mudah dalam mengenakan matematika pada siswa SD (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Bagi Fahrur, matematika bukanlah sebuah momok menakutkan. Ada beragam cara sederhana nan mudah yang sebenarnya penting diajarkan kepada siswa. Ini pula yang mendorong Disdik mengadakan pelatihan selama dua hari tersebut. 

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik Dinas Pendidikan Kota Malang Trisnawati menjelaskan bahwa pelatihan ini memang ditujukan untuk merubah image matematika. 

"Selama ini kan dipandang sulit. Dan anak-anak terutama mungkin yang di SD merasakan benar takut kepada matematika. Itulah akhirnya kita ingin guru-guru sekarang mulai merubah cara pembelajaran mereka. Matematika itu mudah dan menyenangkan," jelas dia saat ditemui MalangTIMES. 

Ia melanjutkan peserta pelatihan datang dari sekolah dasar negeri dan swasta yang ada di Kota Malang.

"Pelatihan ini kita buat selama dua hari. Jadi tujuannya guru-guru kelas 4,5 dan 6 kita ajak untuk mengajarkan konsep pembelajaran matematika yang menyenangkan," tukasnya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES

Top