Social Media

Share this page on:

Bung Edi : Seorang Pemimpin Hendaknya Meneladani Sifat Kepemimpinan Nabi

06-06-2018 - 21:14
Bung Edi saat menemui warga Bandungrejosari (Foto: Tim Pemenangan pasangan SAE for MalangTIMES)
Bung Edi saat menemui warga Bandungrejosari (Foto: Tim Pemenangan pasangan SAE for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemimpin bisa jatuh jika melakukan hal-hal buruk di luar norma-norma kemasyarakatan. Dari pengalaman sebelumnya, pemimpin yang menjabat bisa langsung jatuh jika tersandung dua hal yaitu masalah hukum dan masalah norma asusila.

Demikian disampaikan, calon Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko di depan warga Bandungrejosari saat bersilaturahim dengan para kawula muda di Warung Wembley milik Hasyim Jl. Janti Selatan gang 8, RT1 RW6, Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun, Selasa malam (5/6/2018).

iklan

Maka dari itu, Bung Edi sapaan akrab Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, bahwa seorang pemimpin hendaknya mampu meneladani sifat-sifat kepemimpinan dari Nabi Muhammad SAW.

Sifat-sifat tersebut seperti Shidiq, berarti benar dalam perkataan maupun perbuatan, tidak berbohong hanya untuk mendapatkan pujian. 

Kedua adalah amanah, seorang pemimpin, harus selalu bersifat amanah, benar-benar menyampaikan apa yang menjadi hak rakyat, tidak mengambil apa yang bukan haknya.

Ketiga adalah Tabligh, dimana seorang pemimpin mampu berkomunikasi dengan baik. Selain itu, juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran meskipun terdengar pahit.

Keempat adalah Fathonah. Sifat ini perlu dimiliki seorang pemimpin agar mampu menjadi tauladan bagi rakyat yang dipimpin, mengetahui problema-problema masyarakat dan mampu memberi sebuah solusi cerdas sehingga tak ada yang dirugikan.

"Dengan meneladani sifat-sifat dari Nabi, tentunya seorang pemimpin mampu membawa perubahan baik bagi daerah yang ia pimpin. Dan tentunya SAE mentauladani sifat-sifat nabi," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bung Edi juga menyampaikan perihal pesta demokrasi yang akan segera berlangsung 27 Juni 2018. Ia mengimbau, agar semua masyarakat hadir dan mengunakan hak demokratisnya untuk memilih pemimpin untuk masa depan Kota Malang lima tahun kedepan.

“Golput adalah sikap yang tidak sae dan merugikan.  Memilih pemimpin pada zaman dahulu mungkin seperti memilih kucing dalam karung, namun sekarang sistemnya adalah pemilu langsung yang setiap suara njenengan ini dihitung,” pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Top