Social Media

Share this page on:

Setiap Dua Laki-Laki Harus Diikuti Perempuan

07-06-2018 - 00:54
Ilustrasi (Gulalives)
Ilustrasi (Gulalives)

MALANGTIMES - Keterwakilan perempuan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 memiliki peranan besar. Bukan hanya jumlahnya yang harus memenuhi kuota 30 persen, proporsi penempatan para calon legislatif perempuan juga menentukan.

Jika tidak, berkas pencalonan caleg dari sebuah partai politik (parpol) tidak akan diterima. Proporsi penempatan itu, menurut Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin, adalah interval urutan para calon.

iklan

"Jadi, ketika dalam jarak pertama dan kedua tidak ada nama perempuan, maka berkas kami kembalikan. Artinya, setiap dua nama pria, setelah itu diikuti politisi perempuan," katanya.

Pria berkacamata ini menyampaikan agar pengisian nama tersebut juga dipertegas dengan identitas perempuan dan laki-laki. Sebab, nama yang digunakan perempuan tak jarang menyerupai nama laki-laki. Begitu juga sebaliknya.

Merujuk pada tahap pendaftaran caleg dalam sistem informasi pencalonan (silon), Zaenuddin kembali mengaskan agar operator dari setiap parpol memperhatikan interval nomor urut saat meng-upload data calon. Dalam aturan juga dikatakan jika politisi perempuan yang mengundurkan diri diperbolehkan digantikan oleh politisi perempuan lainnya. Hal itu tentu jauh berbeda dengan kondisi politisi laki-laki yang tak dapat digantikan saat yang bersangkutan memilih mengundurkan diri.

"Itu juga untuk memenuhi kuota 30 persen untuk keterwakilan perempuan dalam kursi legislator. Jadi, ketika ada nomor yang kosong karena politisi perempuan yang mundur, bisa diisi politisi perempuan lainnya," tambahnya. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Top