Social Media

Share this page on:

Begini Penampakan Meja Makan Saat Lebaran di Awal Abad 20 M

13-06-2018 - 13:00
Tak jauh beda dengan meja lebaran masa kini, meja lebaran di era abad ke 20 M juga tertata rapi dengan sederet kue keringnya (Pedoman Isteri, 1934)
Tak jauh beda dengan meja lebaran masa kini, meja lebaran di era abad ke 20 M juga tertata rapi dengan sederet kue keringnya (Pedoman Isteri, 1934)

MALANGTIMES - Pengaruh budaya Islam semakin kental dirasakan di Indonesia sejak akhir abad ke 18 M dan awal abad 19 M. Selanjutnya, perkembangan dari budaya Islam semakin banyak tercatat dalam dokumen sejarah di awal abad ke 20 M.

Bukan hanya ajaran dan pengaruh berbusana saja, Islam juga memberi sentuhan tersendiri dalam tradisi kuliner.

iklan

Selain memperkenalkan makanan dengan hukum halal dan haram, pada perkembangannya masyarakat mulai memperkenalkan kebiasaan baru, utamanya dalam perayaan Islam.

Salah satunya tampak pada kebiasaan menyambut hari Raya Idul Fitri yang ternyata sudah ada sejak lama. Hampir sama seperti sekarang, meja di ruang tamu dan tempat makan selalu ramai dengan hidangan-hidangan khasnya.

Kebiasaan menata meja saat Hari Raya Idul Fitri itu salah satunya tercatat dalam majalah Pedoman Isteri yang terbit pada 1934. Tertulis jika sederet hidangan kue manis yang ditata dalam wadah toples diletakkan di sebuah meja berukuran beaar.

Di meja tersebut juga diletakkan mangkuk, piring kecil lengkap dengan garpu dan sendok. Saat tamu datang, mereka langsung dipersilahkan menuju meja besar itu dan menikmati hidangan bersama-sama.

"Saat tamu sampai di meja makan, maka minuman dihidangkan," tulis keterangan di dalam artikel yang terbit pada Januari 1934 itu dengan menggunakan ejaan lama.

Dalam artikel itu disebutkan jika kebiasaan menata makanan dalam meja khusus tak dilakukan semua keluarga. Beberapa memilih menghidangkan kue kering dan aneka jenis hidangan lain saat tamu sudah duduk di tempat yang mereka inginkan.

Salah satu hidangan khas saat lebaran saat itu adalah kue spekoek yang diiris kecil dan dihidangkan menggunakan piring kecil. Sementara kue kering dihidangkan dalam toples khusus yang memiliki tutup.

Selain hidangan, penataan meja nampaknya menjadi hal penting lain yang menjadi perhatian perempuan saat itu.

Salah satunya adalah penggunaan taplak atau penutup meja berwarna putih berenda. Begitu pula dengan serbet khusus yang dibuat untuk lebih mempercantik meja di hari istimewa.

Sampai sekarang, kebiasaan menata meja saat lebaran dan perayaan hari besar lainnya masih dilakukan di Indonesia. Sederet hidangan istimewa terkadang hanya bisa ditemui saat lebaran tiba.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Top