Social Media

Share this page on:

Mbledos No Ae Cak

20-06-2018 - 08:48
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

*dd nana

Mbledos no ae cak.. .Ojo diumpet-umpet, koyo wong wedok ae. Begitulah beberapa saran keluar dari mulut warga desa kopi tubruk yang telah kembali beraktivitas normal kembali. Cangkrukan di warung kopi Ceu Imas, sang janda paling ayu di desa kopi tubruk.

iklan

Sokib yang pertama kali curiga dengan gelagat Sukro sehingga keluarlah anjuran tersebut. Dia tidak tega melihat wajah Sukro yang mulai memerah dan salah tingkah. Sotoy, Sukir, Sukribo serta lainnya akhirnya tahu juga kondisi Sukro dan langsung menyarankan hal yang sama. Mbledos no ae cak... 

Tapi Sukro bertahan dengan segala etika dan harga dirinya. Dia tidak ingin nama baiknya cemar dengan mengikuti anjuran rekan-rekan cangkrukannya itu. Apalagi Ceu Imas pun mulai melirik padanya dengan paras bertanya dan khawatir melihat Sukro. Sukro sangatlah Pancasilais, tidak mungkin membuat ulah dan membuat lingkungannya tercemar dengan apa yang disarankan rekannya tersebut. Apalagi di sana ada Imas, perempuan paling rupawan se desa Kopi Tubruk. 

“Sudahlah Kro, mbledos no ae paling efeknya sebentar. Bikin orang misuh kan biasa," saran Sokib kembali.

Tapi sukro ibarat Bisma yang teguh memegang prinsip hidup dan janjinya selama hidup. Dia bertahan. Mukanya semakin memerah, posisi duduknya mulai tidak tenang. Geser ke kiri dan ke kanan, berdiri, duduk lagi. Kelakuannya membuat rekan-rekannya menjadi putus asa memberi saran. Sedangkan dalam hitungan detik, bom yang dibawa di perut Sukro tinggal menunggu waktunya saja mbledos atau meledak.

"Yealah Kro, kro tinggal mbledos no ae kok repot. Ndang rono golek tempat lio ne ae," ujar Sotoy yang sudah tidak sabaran melihat kelakuan Sukro sambil menarik tangannya menjauhi warung kopi Ceu Imas yang sedang ramai-ramainya dikerubuti para penikmat kopi.

Sukro setengah berlari. Dia sudah tidak mampu menahan bom yang sepatutnya diledakkan dari tadi. Tapi, apa daya setelah berjuang untuk menegakkan jiwa Pancasilanya dan harga dirinya yang terlampau tinggi bagi orang ndeso. Bom yang ditahan-tahannya sejak tadi mbledos juga.

Mbroootttt... Duuuttt. ..Preetttttt... 

Begitulah bunyi bom yang ditahan-tahan Sukro sejak dari tadi. Bom yang membuatnya mengingkari aroma kopi tubruk seduhan Ceu Imas. Bom yang meledak dan membuat tawa rekan-rekannya juga meledak. Sebagian pengunjung lain menoleh kaget dengan suara bomnya Sukro. 

"Diampuuuttt!!!"

Selang beberapa menit setelah tubuh Sukro yang lenyap dan tidak kembali lagi ke warung kopi Ceu Imas. Sotoy mulai membuka pembicaraan atas kelakuan Sukro mengenai bom kentutnya yang cetar membahana tersebut.

"Ealah ngapaian bahas kentut segala cak? Kaya kagak ada topik menarik lainnya. Misalnya pilgub Jatim yang sebentar lagi digelar," kata Sukir yang langsung disetujui lainnya dengan cara menganggukkan kepalanya masing-masing. Sebelum menjawab Sotoy mereguk kopinya. Dan mulailah sang jebolan pesantren dari Tim-Teng (timur tengahnya desa kopi tubruk) ini menjawabnya.

Kalian tahu betapa pentingnya membahas kentut ini ? Kentut adalah suatu siklus dalam tubuh yang wajib dikeluarkan. Ini tidak berhubungan dengan norma sosial atau apalah namanya. Ini kebutuhan alamiah tubuh manusia yang paling dasar. Bahkan, konon di Cina, kentut yang baunya tidak kalah dengan bom sukro tadi, bisa membuat kita tidak menjadi pengangguran. Di sono, orang dengan kentut yang busuk dianggap orang professional. Di Roma Kuno zamanya Kaisar Cladius untuk urusan kentut-mengentut (bukan kentit-mengentit lo) sampai  harus mengesahkan suatu Undang-Undang. Dimana orang kentut saat di perjamuan resmi dapat diterima dan bukan sebuah kekurangajaran.

"Nah bila kalian hanya dengan urusan etika menahan kentut, bisa-bisa terkena penyakit akut. Wasir, gangguan usus, kembung sampai pada kanker lo," ujar Sotoy yang membuat rekan-rekannya melonggo.

Melonggo bukan kagum dengan penjelasan si Sotoy, tapi kok yak bisa-bisanya urusan kentut sampai ke negeri Cina dan mengembara ke masa tempo doeloe pada saat kerajaan Roma Kuno.

Sotoy yang kepedean melihat mulut-mulut rekannya melonggo, melanjutkan kembali ulasan tentang kentutnya. Dari asal usul kata saja, kentut yang kalau dialih bahasakan ke Inggris menjadi Fart ini, merupakan salah satu kata tertua dalam bahasa Inggris. Hal ini tentunya dimungkinkan bahwa kentut memang telah menjadi perhatian serius sejak zaman dulu kala sampai sekarang ini. Hal ini pula terlihat dari berbagai literatur yang mengupas kentut secara ilmiah, lanjut Sotoy.

Dalam suatu kentut, dimana udara yang terjebak dari berbagai sumber yang manusia makan, minum, hirup dan masuk ke usus serta di bawa oleh darah ini, kecepatan udara yang menjadi kentut tersebut hanyalah sekitar 10-15 detik saja. "Sangat sebentar saja, tapi efeknya bikin kita misuh. Nah kembali ke topik semula. Gas kentut yang diteliti ini ternyata terdiri dari berbagai unsur kimia," ujar Sotoy yang semakin membuat rekan-rekannya tambah melonggo saja.

Gas kentut ternyata terdiri dari 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbondioksida, 7 persen metana dan 4 persen oksigen. Sedangkan zat kimia yang membuat kentut berbau busuk kayak bomnya si sukro tadi dikarenakan gas kentut juga mengandung hydrogen sulfide dan merkaptan yang mengandung unsur sulfur. Ini nih yang membuat kentut baunya busuk. Hal ini juga dipengaruhi dari makanan seperti kacang-kacangan, kubis, keju, soda maupun telur. "Dalam kasusnya si Sukro pasti kebanyakan makan kacang atau kubis tuh anak. Kagak mungkin makan keju dan telur," ucap Sotoy sambil terkekeh dan menatap Ceu Imas.

"Ngapa lo toy lihat-lihat daku begono," kata Ceu Imas heran dan curiga.

Sotoy tersenyum dan menjawab. Tahukah kalian bahwa kita ini sehari kentut  sekitar 14 kali. Dan yang paling sering kentut itu ternyata adalah golongannya Ceu Imas. Kaum hawa dibandingkan dengan laki-laki. La sontak saja Ceu Imas protes keras, "Ape lo kate Toy. Emang lo pernah ngitung kentut antara wanita dan pria. Kok bise-bisenya menyimpulkan begono an, " ujarnya yang disambut ledakan tawa rekan-rekan Sotoy. Sotoy menjawab dengan mimik serius. "Ini fakta Ceu, dari hasil penelitian lo. Kalau tidak percaya itung deh mulai besok, ceu Imas kentut berapa kali dalam sehari. Lo Kib juga coba itung deh kentut lo mulai besok. Hasilnya pasti seperti yang ane sampaikan tadi,". 

Sotoy yang dapat protes keras Ceu Imas, dengan cuek melanjutkan khotbah kentutnya lagi. Sambil menikmati ulasannya yang membuat orang-orang melonggo. Matanya terpejam dan kembali berbicara, " Ini nih yang paling spektakuler dari kentut. Jika kita kentut terus menerus selama 6 sampai 9 bulan, maka gas yang dihasilkannya itu energinya setara dengan bom atom lo. Kentut juga konon bla, bla, bla".  

Hening. Mata Sotoy yang terkatup tadi, pelan-pelan di buka. Matanya melirik kanan dan kiri. Kosong. Hanya mata ceu Imas yang belok nan indah saja yang dilihatnya. Sedang memoloti dirinya. Rekan-rekannya ternyata telah kabur saat dirinya asyik berbicara dengan mata terpejam. Dasar Sotoy, walau sudah ditinggal para pendengarnya, kepercayaan dirinya tetap tinggi. Dia kembali ancang-ancang buka mulut. "Nah... "

"Preeeetttt... "

*Penikmat kopi lokal gratisan



TAG'S

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Top