Social Media

Share this page on:

Libur Lebaran, Hotel di Kota Malang Panen Pengunjung

23-06-2018 - 10:21
Salah satu hotel baru yang berdiri tahun 2017 di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu hotel baru yang berdiri tahun 2017 di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Momen cuti bersama lebaran yang bersamaan dengan libur sekolah membuat hotel-hotel di Kota Malang panen pengunjung.

Bahkan tingkat hunian atau okupansi hampir mencapai 100 persen. Tak pelak, harga kamar hotel cenderung tinggi pada high season seperti ini.

iklan

Executive Secretary Harris Hotel & Conventions Malang Ires Mariska mengungkapkan dalam satu minggu terakhir rata-rata okupansi hotel tersebut berada di angka 95 persen.

"Dari 229 kamar yang tersedia, rata-rata seminggu terakhir okupansinya sekitar 95 persen. Bahkan untuk hunian villa sudah full booked," urainya.

Hotel yang terletak di kawasan River Side, Blimbing, Kota Malang ini menyediakan sebanyak 204 Harris Room, 8 Terrace Room, 11 Sky Room dan 6 Suite Room.

Selama high season kali ini, harga yang dibanderol juga naik. Untuk hari biasa, publish rate berada di kisaran Rp 998 ribu.

Saat ini, harganya mencapai Rp 1,7 juta. Sementara untuk harga Villa, selama high season mulai Rp 1,180 juta.

Untuk hotel budget seperti Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang pun serupa. Selama periode lebaran, terutama 12-19 Juni 2018, rata-rata tingkat okupansi berada di angka 90 persen.

"Jumlah kamar yang kami miliki sebayak 156 kamar," terang Account Executive Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang Yusnie Azhari. Hotel tersebut juga membanderol harga khusus. Yakni Rp 990 ribu untuk Superior room yang terdiri dari 101 kamar dan Deluxe Room Rp 1.090 ribu yang terdiri dari 55 kamar.

Padahal pada hari biasa, harga yang dibanderol untuk Superior Room Rp 500 ribu dan untuk Deluxe Room Rp 560 ribu. "Dengan adanya momen hari raya lebaran kali ini, Alhamdulilah okupansi kami cukup tinggi. Kebanyakan, tamu yang datang berasal dari luar kota Malang, untuk mudik lebaran sekaligus liburan," urainya. 

Terpisah, Assistant Sales Manager Ibis Styles Hotel Malang Hendri Wijaya mengungkapkan, selama satu minggu terakhir, rata-rata total okupansi berada di angka 100 persen.

Jumlah kamar yang tersedia sebanyak 150 kamar yang terdiri dari 13 kamar Deluxe dan 137 kamar Superior. Harga yang dibanderol pun juga berbeda, selama satu minggu terakhir.

Hotel yang terletak di kawasan Jalan Letjen S. Parman tersebut membanderol harga kamar mulai Rp 850 ribu.

"Namun, selama tanggal 15 Juni dan 16 Juni 2018, kami membanderol Rp 950 ribu. Itu untuk harga Superior. Kalau untuk deluxe, tambah Rp 200 ribu," papar dia. Hendri menjelaskan, kenaikan harga tersebut disesuaikan dengan tingkat okupansi yang didapat hotel tersebut. "Jadi, ketika okupansi berada di bawah 50 persen atau di atasnya, kami memiliki harga patokan tersendiri," tandas dia.

Hal serupa juga dialami oleh The 1O1 Hotel Malang OJ, selama satu minggu terakhir, okupansi hotel bintang empat tersebut full booked. Hotel tersebut memiliki 129 kamar yang terdiri dari 108 kamar Deluxe, 10 kamar Executive, 4 kamar Family Deluxe dan 7 Junior Suite.

"Selama Lebaran kali ini, harga yang kami banderol juga berbeda dari hari biasa. Hal ini lumrah terjadi ketika season tertentu," terang Public Relation The 1O! Hotel Malang OJ Gitvy Fitria Marethasary.

Ketika hari biasa, harga kamar yang dibanderol mulai dari Rp 650 ribu. Sedangkan ketika Hari Raya Idul Fitri, harganya dimulai dari Rp 899 ribu.

Kenaikan harga tersebut tak berpengaruh terhadap kebutuhan hunian masyarakat. "Alhamdulilah, sejak satu minggu terakhir ini, okupansi kami 100 persen," pungkasnya.

 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top