Social Media

Share this page on:

Proyek Perumahan Obrak-abrik Lahan Pertanian (4)

Terkait Izin Green Stone, Camat Karangploso : Kami Tidak Keluarkan Surat Pengantar IPPT

27-06-2018 - 18:46
Camat Karangploso Dyah Ekawati N (tengah, memakai kacamata) menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat pengantar untuk pengurusan izin kepada pihak perumahan Green Stone yang ada di wilayahnya. (Istimewa)
Camat Karangploso Dyah Ekawati N (tengah, memakai kacamata) menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat pengantar untuk pengurusan izin kepada pihak perumahan Green Stone yang ada di wilayahnya. (Istimewa)

MALANGTIMES - Camat Karangploso akhirnya bereaksi atas proyek perumahan di wilayahnya yang dibangun oleh PT Noyojoyo Nusantara di Dawuhan, Tegalgondo,  Karangploso.

Pasalnya,  proyek perumahan bernama Green Stone tersebut diduga tidak memiliki izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

iklan

Walaupun dugaan tersebut pernah ditepis oleh Wakil Direktur PT Noyojoyo Nusantara Salman kepada MalangTIMES. Tapi Salman tidak bersedia memperlihatkan berbagai izin atas pembangunan perumahaan Green Stone tersebut. Salman menyatakan, seluruh perizinan telah clear dan tidak ada masalah.

MalangTIMES mencoba melakukan klarifikasi persoalan izin Green Stone tersebut di tingkat wilayah Karangploso  yaitu kepada kantor pemerintahan kecamatan setempat. Pasalnya, setiap pembangunan di wilayah kecamatan, tentunya diketahui oleh pihak kecamatan.

Hal ini dibenarkan Camat Karangploso Dyah Ekawati Nicotiana. Ia menyatakan, biasanya apabila ada pengembangan wilayah apalagi terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, pihaknya selalu didatangi pengembang yang meminta surat pengantar untuk pengurusan IPPT (Izin Peruntukan Penggunaan Tanah).

"Biasanya begitu.  Kita selalu menerbitkan surat pengantar yang isi suratnya nanti ditujukan kepada pihak terkait di tingkat kabupaten. Baik pertanahan,  dinas cipta karya maupun perizinan, " kata Dyah Ekawati kepada MalangTIMES, Selasa (25/6/2018).

Dyah melanjutkan,  posisi kecamatan dalam persoalan tersebut hanya di sisi tersebut. Sedangkan untuk proses teknisnya berada di tingkat kabupaten melalui berbagai dinas maupun badan terkait.

"Jadi fungsi kita hanya itu. Tapi kalau yang di Green Stone kita tidak mengeluarkan surat pengantar apapun," ujarnya yang berkali-kali memastikan mengenai surat pengantar tersebut kepada Sekertaris Kecamatan Karangploso dan jawabannya tetap sama.  Tidak ada surat pengantar pengurusan perizinan dari pihak pengembang perumahan Green Stone sampai saat ini.

Disinggung adanya persoalan dugaan pengembangan Perumahan Green Stone tidak berizin serta memakai lahan pertanian produktif,  Dyah menegaskan sekali lagi, urusan kebijakan berada di tingkat atasnya.

"Kita hanya memberi surat pengantar saja. Eksekusinya di sana,  diterima atau tidaknya," ujarnya kembali.

Dyah juga menjelaskan pihaknya juga memahami bahwa lahan pertanian produktif tidak bisa dialih fungsikan tanpa adanya perizinan serta mekanisme yang telah diatur dalam regulasi yang ada.

"Setahu kami ada banyak tahapannya.  Selain IPPT ada perizinan lainnya yang wajib dipenuhi. Apalagi untuk lahan pertanian produktif yang dilindungi dan dialihfungsikan menjadi perumahan," ujar Dyah yang juga menyampaikan sampai saat ini pihaknya belum ada yang diajak untuk melakukan pembahasan tersebut.

Sayangnya,  untuk mengetahui kepastian ada tidaknya izin melakukan perubahan fungsi lahan di Karangploso,  khususnya di Green Stone, pihak Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu Terpadu, saat dihubungi MalangTIMES sedang melakukan rapat dan belum bisa memberikan keterangan pasti.

Tapi,  secara tegas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP)  Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid menyampaikan sampai saat ini pihaknya belum pernah mengeluarkan surat rekomendasi kepada para pengembang yang ingin melakukan alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan perumahan atau industri.

"Belum ada karena kami masih menunggu regulasi tingkat daerah melalui Peraturan Bupati mengenai hal tersebut. Karenanya kami selalu sampaikan kepada pengembang manapun untuk bersabar menunggu petunjuk teknisnya. Tanpa itu kami tidak berani memberikan rekomendasi, " ujar Nasri di kesempatan berbeda.


Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Top