Social Media

Share this page on:

Polemik Unikama, Kemenristek Dikti Akui PPLP PT PGRI Christea

28-06-2018 - 11:13
Ketua PPLP PT PGRI Christea Frisdiantara (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ketua PPLP PT PGRI Christea Frisdiantara (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Konflik Yayasan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI (PPLP PT PGRI) yang membawahi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) antara kubu Soedja'i dan Christea Frisdiantara memasuki babak baru. 

Terakhir, pihak Christea Frisdiantara telah menerima surat tembusan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bernomor 2460/C.CS/KL/2018 tentang penegasan badan penyelenggaraan Unikama Malang. 

iklan

Dalam surat yang ditujukan kepada kordinator Kopertis Wilayah VII Surabaya dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Kemenristek Dikti tersebut, ada tiga poin yang menyikapi dualisme badan penyelenggara. 

Pertama, berpedoman pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Nomor AHU-0000001.AH.01.08 tahun 2018 tentang persetujuan perubahan badan hukum PPLP PT PGRI yang diterbitkan pada 5 Januari 2018, Ketua PPLP PT PGRI Malang adalah Christea Frisdiantara.

Kedua, benar Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Nomor AHU-0000001.AH.01.08 tahun 2018 tersebut sedang diuji di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Kendati demikian, sepanjang keputusan tersebut belum dibatalkan, maka keputusan tersebut masih berlaku.

Ketiga, berdasarkan butir satu dan butir di atas, Kemenristek Dikti menginstruksikan Kopertis Wilayah VII Surabaya untuk melayani dan membina Universitas Kanjuruhan Malang dengan penyelenggara oleh PPLP PT PGRI dengan Christea Frisdiantara sebagai ketua pengurus.

Namun, meski telah mengantongi surat pengakuan dari Kemenristek Dikti yang ditujukan kepada koordinator Kopertis untuk melayani PPLP PT PGRI di bawah Christea Frisdiantara, itu tak lantas membuat pihaknya langsung bersikap untuk menguasai kampus.

"Ya tetap diselesaikan baik-baik. Saya akan mencoba mengajak bicara Pak Pieter (Pieter Sahertian, rektor Unikama dari kubu Soedja'i) untuk masa transisi ini, sehinggga rektor definitif segera terbentuk. Saya nggak mau ada ramai-ramai," tandas Christea ketika ditemui di kediamannya

Jika nanti Rektor Pieter Sahertian tak memberikan respons positif usai pembicaraan, pihaknya akan melaporkan hal tersebut  ke Kopertis Wilayah VII Surabaya. Pasalnya sudah jelas, surat dari Kemenristek Dikti tersebut ditujukan kepada koordinator Kopertis Wilayah VII Surabaya.

"Kopertis kan harus memberikan pelayanan terhadap PPLP PT PGRI yang saya ketuai, sehingga kami menunggu upaya kopertis. Rektor yang kami angkat kan juga harus memperoleh persetujuan kopertis. Pasalnya, statusnya adalah dosen diperkerjakan (DPK)," ujar Christea.

Sementara itu, Dirjen Kelembagaan Dikti Kemenristek Dikti Dr Patdono Suwignjo membernarkan adanya surat keputusan tersebut. “Ya betul. Itu sudah diputuskan Pak Menteri (Menristek Dikti M. Nasir),” kata Patdono saat dikonfirmasi. (*)


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top