Social Media

Share this page on:

Gemebyar Festival Panji Nusantara 2018, Kota Malang Sukses Jadi Tuan Rumah

02-07-2018 - 21:41
Kemeriahaam Festival Panji Nusantara 2018 yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Kemeriahaam Festival Panji Nusantara 2018 yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gemebyar Festival Panji Nusantara 2018 sukses digelar di Kota Malang. Dihadiri ratusan talenta dari dalam dan luar negeri, acara yang diselenggarakan di Taman Krida Budaya Jawa Timur ini dibuka pada Senin (2/7/2018) malam. Semarak kegiatan ini  berhasil membuat masyarakat takjub.

Diawali dengan tarian Rancak Malang dilanjutkan dengan tarian Beskalan Putri, panggung utama festival dengan tema Menggugah Kembali Warisan Bersama Sastra dan Budaya Panji itu semakin meriah.

iklan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, Festival Panji Nusantara 2018 dilaksanakan dengan tujuan merevitalisasi dan mereaktualisasi serta menumbuhkan kembali sastra panji sebagai warisan nenek moyang Nusantara. 

"Dan festival ini diselenggarakan selama dua hari hingga Selasa (3/7/2018) esok," katanya.

Berbagai kegiatan berbasis Cerita Panji menurutnya digelar untuk kembali menumbuhkan serta melestarikan Cerita Panji yang sudah mendunia. Karena masyarakat Indonesia harus tahu, jika cerita yang melegenda di berbagai daerah itu berawal dari Jawa Timur.

Selain menampilkan sederet pameran bernafaskan Cerita Panji, festival berskala Internasional ini juga menyuguhkan kecantikan Topeng Malangan dengan tujuan memperkokoh jati diri bangsa, terutama masyarakat di Malang Raya sendiri.

"Dan besar harapan saya kegiatan ini kembali dilaksanakan di Kota Malang di tahun-tahun berikutnya," papar perempuan yang akrab disapa Dayu itu.

Sementara itu, Direktur Festival Panji Internasional 2018 Wardiman Jojonegoro menambahkan, Festival Panji Nusantara dilakukan bersamaan dengan Festival Internasional Panji Inao oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama empat daerah yaitu Bali, Jawa Timur, Yogyakarta dan Jakarta.

Lebih jauh dia menyampaikan jika Festival Panji Internasional dimulai beberapa tahun lalu ketika Indonesia mengajukan naskah kuno cerita panji pada UNESCO untuk mendapat pengakuan dan penghargaan sebagai warisan dunia. 

"Oktober tahu lalu naskah Panji yang disimpan perpustakaan nasional diterima UNESCO menjadi warisan dunia dan kita ajukan naskah bersama dengan perpustakaan Malaysia, Kamboja, London, dan Belanda," tambah Menteri Kebudayaan dan Pendidikan era Presiden Soeharto itu.

Terpilihnya Indonesia sebagai negara pewaris Cerita Panji menurutnya harus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Karena Cerita Panji telah mendunia dan dikenal oleh berbagai negara namun tetap diakui sebagai milik nenek moyang Indonesia, tepatnya Jawa Timur.

Dia menilai, Cerita Panji memiliki beragam nilai pendidikan yang dapat direalisasikan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena ada banyak pelajaran yang dapat digali di dalamnya untuk kehidupan masa kini.

"Kami berharap festival ini dapat diterima dan semakin melestarikan budaya bangsa," paparnya.

Sebelumnya, para pemenang sayembara penulisan prosa atau cerpen yang dibuka secara umum untuk Kota dan Kabupaten se Jawa Timur telah diumumkan.

Para pemenang mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan dan diserahkan Kepala UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Provinsi Jawa Timur Evie Wijayanti. Ia mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Para pemenang iitu masing-masing adalah sebagai berikut :

1. Juara pertama diraih Dadang Ari Murtono asal Mojokerto dengan karya berjudul Sekali Sirup di Jolotundo.

2. Juara ke dua Suliswanto asal Kediri dengan cerpen berjudul Ludruk Lakon Sarip Tambak Oso.

3. Juara ke tiga doraih AHJ. Huzaini asal Gresik dengan judul tulisan Kendil.

4. Juara Harapan satu diraih Ahmad Zaini asal Kabupaten Lamongan dengan judul tulisan Bayang-Bayang Pernikahan Gotong Omah.

5. Juara harapan dua diraih Imam Syaiful Aziz asal Kabupaten Lamongan dengan karya berjudul Desa Pancasila.

6. Juara Harapan tiga diraih Jawari Muslim asal Kota Mediri dengan karya berjudul Sawah Paklik Gino.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

TAG'S

Top