Social Media

Share this page on:

Pelayanan RSSA Malang Menuai Protes (3)

Dituding Lakukan Diskriminasi Pasien, Ini Jawaban RSSA Malang

04-07-2018 - 18:50
Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keluhan Eka Fatmawati Mudlor terhadap pelayanan kesehatan Rumah Sakit Dr Saiful Anwar akhirnya langsung ditanggapi pihak rumah sakit.

Melalui pesan WhatsApp kepada MalangTIMES, RSSA menyatakan bahwa apa yang dikatakan Eka di Facebook tidak benar adanya.

iklan

Diberitakan sebelumnya, Eka menuliskan bahwa "RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sudah tidak melayani pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani untuk non caleg". Pernyataan Eka di Facebook itu lantaran ia ditolak saat melakukan psikotes di poliklinik RSSA.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya bahwa tidak ada diskriminasi terhadap pasien umum (non caleg)," kata RSSA melalui rilis resminya.

Dalam pernyataan pers yang diterima MalangTIMES pada Rabu (4/7/2018) RSSA menjelaskan bahwa memang ada kebijakan yang bersifat insidentil. 

"Perlu kami jelaskan bahwa ada kebijakan insidentil dimana pemeriksaan psikotest dari non caleg ditunda dulu karena RSUD Dr. Saiful Anwar Malang (RSSA) diminta KPU untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikotest bagi caleg yang jumlahnya di atas 1.000 orang. Sedangkan batas akhir diterbitkannya Surat Keterangan Sehat dari dokter adalah tanggal 17 Juli 2019," tulis mereka.

Padahal, kata RSSA, kemampuan SDM psikiatri RSSA maksimal memeriksa 40 orang per hari.

"Sehingga total maksimal bisa memeriksa 400 orang. Untuk tes kesehatan (termasuk cek lab) bagi pasien umum, tanpa psikotest,  tetap bisa dilaksanakan," sambung mereka.

Untuk psikotes pasien umum akan ditunda sampai dengan tanggal 17 juli 2018. Hal ini dilakukan karena pertimbangan pasien umum tidak mendesak waktunya, sedangkan pemeriksaan caleg dibatasi sampai tanggal 17 Juli 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan pemeriksaan yang sudah dijadwalkan tidak akan ada jadwal yang dibatalkan.

"Jadi yang ditunda hanya pemeriksaan psikotest untuk pasien umum yang baru mendaftar. Untuk general check up yang lain tetap dilaksanakan," tukas mereka.

Terpisah, Ketua KPU Kota Malang Ir Zainuddin menambahkan untuk calon anggota legislatif (caleg) disyaratkan mencantumkan keterangan sehat jasmani dan rohani.

Khusus untuk mengecek sehat rohani para caleg polanya diserahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit yang direkomendasi. 

"Kalau rumah sakit butuh melakukan psikotes terhadap para caleg itu ya enggak masalah. Kewenangan sepenuhnya ada pada rumah sakit yang ditunjuk. Yang penting hasil pemeriksaan kesehatan rohani seperti ketentuan yang ada bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.  (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher :


Top