Social Media

Share this page on:

Tirto.id Telanjangi Konten Media Lain (3)

Pojoksatu.id Sebut Tirto.id Hanyalah Tukang Vonis Berita tanpa Didasari Fakta

05-07-2018 - 08:00
Logo media online pojosatu.id. Media ini juga tegas menyatakan bahwa tirto.id bukanlah pemeriksa fakta tetapi tukang vonis berita tanpa didasari fakta (foto via pojoksatu.id)
Logo media online pojosatu.id. Media ini juga tegas menyatakan bahwa tirto.id bukanlah pemeriksa fakta tetapi tukang vonis berita tanpa didasari fakta (foto via pojoksatu.id)

Tirto.id ‘Telanjangi’ Konten Media Lain (3)

JATIMTIMES - Tak hanya timesIndonesia.co.id, media daring (online) pojoksatu.id juga kena ketajaman pisau kolom Periksa Data milik Tirto.id. Pojoksatu.idmenurunkan artikel tentang aksi pengibaran bendera yang dilakukan dua Warga Negara Asing (WNA) yakni Denis Nazarenko dan Katerina Evelokimova di pantai kawasan Karangasem, Bali pada 9 Mei 2018.

iklan

Lantaran menggunakan frase "Bendera Partai Komunis Indonesia (PKI)" artikel pojoksatu.id dinilai tirto.id disinformasi . Vonis ini disebut dalam tulisan tirto.id di kolom Periksa Data berjudul "Bukan Bendera PKI yang Dikibarkan di Bali" diterbitkan tanggal 16 Mei 2018.

Menurut Tirto, bendera yang dimaksud dalam berita pojoksatu.id adalah Znamya Pobedy (The Soviet Banner of Victory) yaitu simbol kemenangan bersejarah Uni Soviet di Perang Dunia II.

Penjelasan Tirto terhadap bendera berdasarkan keterangan narasumber mereka yakni Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Denis Tetyushin.

Tetapi, tidak satu pun tirto.id memuat keterangan dan konfirmasi dari pojoksatu.id. Benarkah lagi-lagi tirto.id melupakan konfirmasi dan klarifikasi yang tertuang dalam kode etik jurnalistik?

Pemimpin Redaksi Pojoksatu.id Muhammad Ridwan membenarkan bahwa tidak pernah ada konfirmasi terkait berita tersebut.

"Tirto.id tidak pernah melakukan konfirmasi kepada pojoksatu.id terkait berita bendera PKI," kata dia saat dihubungi JatimTIMES melalui WhatsApp.

Ridwan meyayangkan pernyataan tirto.id yang menyebut berita mereka disinformasi. Tirto.id, kata Ridwan, melihat tulisan pojoksatu.id sepenggal-sepenggal.

"Tirto.id hanya melihat satu dari beberapa artikel kami soal bendera bergambar palu arit itu. Padahal ada artikel lain yang kronologinya lebih lengkap bahkan dari apa yang sudah dimuat di tirto.id," jelas Ridwan.

Melihat apa yang dilakukan Tirto kepada mereka, Ridwan menyatakan tirto.id bukanlah pemeriksa fakta seperti yang selama ini selalu dinyatakan dalam kolom Periksa Data.

"Karenanya kami menganggap tirto.id sangat tidak layak disebut sebagai media pemeriksa fakta lewat program third party fact checkingTirto.id bukan memeriksa fakta tapi tukang vonis yang tidak didasari fakta," tegas dia.

Saat ditanya apakah pojoksatu.id bakal melayangkan keberatan kepada tirto.id, Ridwan menampik karena mereka tidak mau ikut-ikutan menjadi tukang vonis berita.

"Sebagai sesama pekerja jurnalistik, Pojoksatu.id tidak akan mempersoalkan tulisan Tirto.id. Sebab kami tidak mau menjadi tukang vonis berita seperti yang dilakukan Tirto.id. Sudah ada Dewan Pers yang akan menjalankan fungsi itu," tukas dia.

Lantas bagaimana tanggapan tirto.id terhadap persoalan ini, simak terus ulasan selanjutnya hanya di JatimTIMES.com. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher :


Top