Social Media

Share this page on:

Tirto.id Telanjangi Konten Media Lain (4)

Dikonfirmasi tentang Beritanya yang Menelanjangi Media Lain, Tirto.id Tak Bergeming

05-07-2018 - 08:40
Logo tirto.id. Media online ini belakangan menjadi sorotan banyak media lain karena dinilai banyak
Logo tirto.id. Media online ini belakangan menjadi sorotan banyak media lain karena dinilai banyak 'menelanjangi' konten media lain tanpa melakukan upaya konfirmasi terhadap media yang bersangkutan (Foto via tirto.id)

Tirto.id Telanjangi Konten Media Lain (4)

MALANGTIMES Tirto.id menyebut diri mereka sebagai Pemeriksa Fakta. Dalam tiap akhir artikel kolom Periksa Data, muncul pernyataan sebagai berikut.

iklan

Tirto.id mendapat akses pada aplikasi CrowdTangle yang memungkinkan mengetahui sebaran sebuah unggahan (konten) di Facebook, termasuk memprediksi potensi viral unggahan tersebut. Akses tersebut merupakan bagian dari realisasi penunjukan Tirto sebagai pihak ketiga dalam proyek periksa fakta. News Partnership Lead Facebook Indonesia, Alice Budisatrijo, mengatakan alasan pihaknya menggandeng Tirto dalam program third party fact checking karena Tirto merupakan satu-satunya media di Indonesia yang telah terakreditasi oleh International Fact Checking Network.

International Fact Checking Network (IFCN) atau Periksa Fakta Internasional menilai Tirto sebagai media yang serius dalam memberi data yang kredibel, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penjelasan ini ada dalam tulisan reporter Tirto.id Yandri Daniel Damaledo tertanggal 25 Januari 2018 dengan judul "Setelah Lolos Verifikasi IFCN, Tirto.id Raih Penghargaan Adinegoro".

Di kawasan ASEAN baru tiga media yang terverifikasi IFCN. Selain Tirto.id, media lainnya ialah Rappler dan Vera Files dari Filipina.

IFCN, jelas Tirto, adalah jaringan media Internasional yang berkomitmen mengurangi berita keliru atau palsu melalui pemeriksaan fakta dan penjelasan secara rinci.

Benarkah Tirto melakukan penjelasan secara rinci dalam kolom "Periksa Data" mereka? Bila sudah, mengapa dua media daring (online) yaknitimesindonesia.co.id dan pojoksatu.id menyatakan mereka tak pernah dimintai keterangan perihal berita mereka yang 'diblejeti' oleh tirto.id?

Terkait hal di atas, JatimTIMES.com berupaya melakukan konfirmasi kepada tirto.id. Tanggal 11 Juni 2018, kami menghubungi kantor tirto.id di Jalan Kemang Timur Raya Nomor 63 B, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan, operator meminta kami untuk mengirimkan e-mail. Rupanya, ia enggan memberikan nomor pemimpin redaksi tirto.id.

JatimTIMES.com lantas mengirimkan e-mail ke alamat [email protected] pada tanggal yang sama.

Dalam e-mail yang kami kirim, JatimTIMES mempertanyakan apakah memang tirto.id tidak melaksanakan kode etik jurnalistik yaitu konfirmasi.

 

Pasalnya pada pasal 1 dan 3 kode etik jurnalistik disebutkan kewajiban wartawan Indonesia untuk memberitakan secara berimbang dan praduga tak bersalah. Tirto.id  pasti memahami benar hal ini sebab memiliki artikel mengenai kode etik jurnalistik yang diterbitkan pada tanggal 12 Mei 2018.

Berimbang, dalam tafsiran tirto.id, berarti semua pihak mendapat kesempatan yang setara. Masih menurut tirto.id, berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.

JatimTIMES.com juga mempertanyakan predikat yang disematkan kepada tirto.id sebagai media pemeriksa fakta. "Sebagai media yang diberi mandat oleh International Fact Checking Network apakah Tirto.id lantas tidak memperhatikan kode etik jurnalistik pasal 1 dan 3?," tanya kami.

Sayang, hingga berita ini diturunkan tak satu pun balasan e-mail dari tirto.id kami dapatkan. (*)

 

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher :


Top