Social Media

Share this page on:

1000 Pramuka Mulai Sulap Muharto Jadi Kampung Kelir

11-07-2018 - 09:18
Para anggota Pramuka tampak melakukan pengecatan di jalan-jalan permukiman di wilayah Jalan Muharto Gang V Kelurahan Kota Lama, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para anggota Pramuka tampak melakukan pengecatan di jalan-jalan permukiman di wilayah Jalan Muharto Gang V Kelurahan Kota Lama, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mengenakan kaus hijau bertuliskan peserta, Yahya Febriawan dan dua temannya tampak asyik mengecat jalan setapak curam di wilayah RT 02/RW 06 Kelurahan Kota Lama, Kota Malang. Yayan panggilan Yahya Febriawan  merupakan salah satu anggota Pramuka dari seribu peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP). 

Bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, kawasan Jalan Muharto Gang V yang padat penduduk disulap menjadi kampung penuh warna. Kegiatan FWKKP sendiri merupakan gawe Pramuka Kwarda Jawa Timur zona 3 Malang Raya dari anggaran pemerintah provinsi yang berlangsung sejak Senin (9/7/2018) lalu hingga Kamis (12/7/2018) besok.

iklan

Tampak dua kelompok Pramuka putra dan putri tengah melakukan pengecatan di tembok-tembok rumah warga. Mereka juga membantu membersihkan lingkungan dari sampah. "Dalam kegiatan ini kami diminta bekerja tim, 10 orang mengerjakan pengecatan di satu distrik atau sekitar 14 rumah warga," urai Rizka Febry Rahayu, peserta asal Dewan Kerja Ranting (DKR) Pagak. 

Selama berkegiatan, pramuka-pramuka zaman now atau kekinian itu tak lagi mendirikan tenda. Mereka menginap di rumah-rumah penduduk setempat. Seperti di rumah Sumadi, rumah nomor 55 RT 2 RW 6 Kelurahan Kota Lama itu tampak ramai saat para anggota Pramuka itu melakukan pengecatan. "Di rumah saya ada enam orang. Mereka di sini kan diminta menghias kampung dengan cat warna-warni. Anaknya juga baik-baik, sopan," ujar Sumadi. 

Ketua Pelaksana FWKKP Zona 3 Malang Raya, Beny Setya Putra mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan Pramuka dari tiga daerah yakni Kota dan Kabupaten Malang serta Kota Batu. "Ini tahun kedua, dan di Jawa Timur dilakukan di 11 zona secara bertahap. Zona pertama yang melaksanakan festival adalah Surabaya, lalu Bondowoso diikuti Malang, nanti baru Tuban dan zona lain," urainya. 

Pramuka yang terlibat, lanjut Beny, merupakan anggota Penegak atau dari jenjang SMA/SMK. Menurutnya, kegiatan hari pertama selain pembukaan diisi dengan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan materi tentang kemananan makanan konsumsi dari BPOM. "Nah, materi itu kami minta disosialisasikan ulang ke masyarakat di Muharto ini. Terutama di rumah-rumah warga yang menjadi tempat menginap peserta," ujarnya.

Rencananya, sebanyak 130 rumah warga di tiga rukun tetangga bakal disulap menjadi lebih berwarna. Yakni di lingkungan RT 1, 2, dan 3 RW 06 Kelurahan Kota Lama. "Kenapa dipilih kawasan Muharto, pertama memang karena diarahkan Pemkot Malang. Selain itu tempatnya berbukit, jadi kalau sudah selesai nanti bagus dijadikan background foto," ujarnya.

Menurut Beny, Muharto merupakan salah satu permukiman paling padat di Kota Malang. Selain itu, masih ada citra negatif yang disematkan sebagian masyarakat. Selama ini Muharto kerap dihubungkan dengan kondisi kumuh, termarjinalkan dan sarat tindak kriminalitas. "Kehadiran Pramuka di sini diharapkan dapat menyentuh masyarakat secara langsung untuk perlahan-lahan mengubah perilaku. Mulai dari kebersihan dan pola hidup sehat terlebih dahulu," pungkasnya.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top