Social Media

Share this page on:

Pasca Insiden Pemulung Tertimbun Sampah, Berikut Langkah Taktis Pemkot Malang

11-07-2018 - 19:26
Plt Walikota Malang, Sutiaji dan Kepala DLH Kota Malang, Agoes Edi Poetranto (paling kanan)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Plt Walikota Malang, Sutiaji dan Kepala DLH Kota Malang, Agoes Edi Poetranto (paling kanan)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasca kejadian longsor yang menimbun pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Supit Urang, Plt Wali Kota Malang Sutiaji dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Agoes Poetranto langsung meninjau lokasi. 

Setelah berkeliling memantau lokasi, Sutiaji mengatakan sebelumnya sebenarnya sudah disampaikan bahwa kawasan Blok dua dekat tebing merupakan tempat terlarang bagi para pemulung karena berbahaya. Namun kenyataannya, masih banyak pemulung yang mencari sampah di tempat tersebut.

iklan

"Laporan dari teman - teman dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), lahan ini memang lahan yang rawan. Tadi teman-teman saksi kan juga sudah melarang," unfkap Sutiaji dilokasi TPA Supit Urang.

"Tapi karena sampah di situ harga jualnya tinggi, maka walaupun sudah dilarang tetap saja dilakukan meskipun berbahaya," tambah Wali Kota Malang terpilih ini.

Ke depan, pihaknya akan memasang tanda atau papan peringatan agar para pemulung tidak mendekati zona rawan ini.

"Dengan papan peringatan kan jelas mereka tidak boleh mendekat ke kawasan rawan. Kemudian tentu juga harus ada pengawasan lagi  agar para pemulung tidak mengabaikan peringatan tersebut," paparnya.

Sementara itu, untuk upaya penyelamatan akan terus dilakukan sampai ada kepastian dari pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun dari pihak kepolisian.

"Ini terus kita lakukan sampai ada kepastian, nanti  dari teman - teman BPBD, kepolisian. Sepanjang itu masih bisa dilakukan, usaha kita akan tetap dilakukan," bebernya.

Sutiaji juga menyampaikan, sempat muncul informasi bahwa kabarnya malah terdapat tiga orang yang menjadi korban longsor dan dua orang selamat. "Mudah-mudahan segera terverifikasi kebenarannya," pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Top