Social Media

Share this page on:

Oknum Polisi yang Melecehkan Janda Ajak Damai, Beri Uang Rp 1,5 Juta

12-07-2018 - 19:10
Ilustrasi (republika.com)
Ilustrasi (republika.com)

Oknum polisi di Blitar bernama ES yang melakukan pelecehan kepada janda di Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, rupanya mengajukan perdamaian dengan keluarga. Jalan damai diambil setelah kejadian tersebut dilaporkan anak sulung korban, Fatrun Nanda Salsabilla (20), ke kantor polisi.

Tindakan pelecehan itu terjadi pada Jumat (5/7/2018). Sedangkan teman oknum polisi datang ke rumah korban mengajak berdamai pada Senin (8/7/2018). “Hari Senin mereka (polisi) datang ke saya, Mas. Intinya minta maaf sama keluarga dan minta untuk berdamai,” ujar Nanda.

iklan

Dia mengatakan, anggota polisi yang datang ini memintanya menandatangai surat perdamaian di atas materai Rp 6.000. Dia juga diberi sebuah amplop yang setelah dibuka, isinya uang Rp 1,5 juta. “Masalahnya, adik saya ini trauma. Sampai saat ini, kalau lihat polisi, adik saya menjadi ketakutan,” ucapnya.

Menurut dia, oknum polisi itu bertanggung jawab pada anak yang jadi saksi perilaku aksi tak terpujinya. Seharusnya anak itu disembuhkan traumanya dari ketakutan.

“Pasti trauma, Mas. Lha adik saya melihat ibu saya dipegangi dan diciumi olek ES. Lalu saat membantu ibu saya, malah adik saya juga ikut ditarik. Makanya jadi trauma,” ujar Nanda.

Sebelumnya diberitakan, pukul 17.00 oknum polisi ES datang ke rumah janda di rumah depan. Lalu sekitar pukul 18.00 anak bungsu korban yang masih berusia 10 tahun pulang dari mengaji langsung menuju rumah depan.

Selang beberapa menit, korban berteriak akibat perlakuan tak senonoh oknum polisi itu. Dan anak 10 tahun tersebut berniat membantu. Si ibu lepas melarikan diri. Sedangkan anak berusia 10 tahun itu ikut ditarik oknum polisi yang hilang akal tersebut

Lantas sekitar pukul 18.30, anak sulung korban pulang ditemani teman laki-lakinya dan menemukan adiknya telah menangis. Sementara ibunya bersembunyi di kamar. Dan oknum polisi tidur di kamar belakang yang akhirnya ditahan di rumah oleh teman laki-laki anak sulung korban. Anak sulung korban lalu melapo ke kantor polisi.

Sementara, Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha ketikan dikonfirmasi soal kejadian ini mengatakan telah memeriksa ES secara etika. Sedangkan sanksi atau tindakan penahanan, dia enggan menjelaskan.

“Tetap kami periksa etikanya. Masih diperiksa. Kalau hanya masuk rumah orang dinyatakan tak bersalah, ya tidak bersalah. Jangan kita berpersepsi dong,” ungkapnya Rabu (11/8/2018). (*)


Pewarta : Meidian Dona Doni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES (JatimTIMES Network)

Top