Social Media

Share this page on:

Instagram Wali Kota Batu Heboh (2)

Dianggap Guyonannya Tidak Cerdas, Wali Kota Batu Tersinggung

25-07-2018 - 06:30
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (foto: dok/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (foto: dok/MalangTIMES)

Akun Instagram Dewanti Rumpoko tiba-tiba dibanjiri komentar.

Puluhan komentar dan ratusan likes di akun milik Wali Kota Batu itu ada di postingan tertanggal 19 Juli 2018. Unggahan Dewanti memang tidak biasa.

iklan

Kala itu, ia mengunggah headline (artikel utama) Harian Jawa Pos Radar Malang tertanggal 19 Juli 2018 dengan judul 'Dinasti Politik Penguasa Malang Raya'. Dalam artikel tersebut Harian Jawa Pos Radar Malang menuliskan bahwa Ganis Rumpoko termasuk anak politisi yang bertarung di kursi legislatif. Wajah Ganis disandingkan dengan Almira Dea Davita (putri Plt Wali Kota Malang Sutiaji) dan Kresna Dewanata Phrosakh (putra Bupati Malang Rendra Kresna). Dewanti menuliskan keterangan foto di bawah headline koran tersebut dengan menulis "sepertinya ini Hoax".

Kontan saja beragam komentar warganet mewarnai postingannya tersebut. Tercatat ada 69 komentar. Tak hanya warganet, tanggapan di kolom komentar datang langsung dari pemilik artikel tersebut yakni Harian Jawa Pos Radar Malang melalui akun Instagram @jawaposradarmalang.

Koran tersebut memiliki akun resmi dengan jumlah pengikut capai 13.000 dan 975 kiriman foto.

Akun @jawaposradarmalang membalas pernyataan Dewanti dengan menulis komentar  sebagai berikut:

"Bu Dewanti yang cantik, sebagai pejabat publik saran kami Bu Dewanti tidak membikin statement yang asal di media sosial (Instagram). Statement yang tidak mencerminkan sebagai pejabat publik yang berwibawa. Kami dari Jawa Pos Radar Malang mendapatkan berita itu langsung dari Mbak Ganis sendiri lho Bu. Masak kami dibilang hoax. Jangan gitu donk Bu cantik. Saran kami Ibu Dewanti, kalau niatnya guyon cari materi guyon yang lebih cerdas dan mendidik. Apalagi ini menyangkut institusi lain."

Mendapat balasan tersebut Dewanti langsung bereaksi dengan menulis komentar sebagai berikut :

"Walah kok saya bilang gitu aja emosinya minta ampun ya. Coba liat berita yang selalu mendeskriditkan orang. Saya mau dibilang guyon boleh tapi itu memang benar. Ganis enggak jadi caleg untuk Malang Raya. Jadi apa namanya itu kalau bukan hoax. Radar Malang yang harus buat berita lebih cerdas. Apa saya tidak boleh tersinggung dibilang guyon yang tidak cerdas?! Jangan minta orang lain instropeksi kalau diri sendiri tidak mau instropeksi. Salam satu jiwa. Saya sudah tanya ke Ganis, dia tidak bilang jadi caleg dari Malang Raya. Soooo...?! Mohon maaf saya paling tidak senang dipanggil dengan kata 'cantik'. Merendahkan perempuan ketika itu dihubungkan dengan kredibilitas seseorang. Dan saya menulis status 'kayaknya' mustinya dijawab saja kenapa jadi berkepanjangan."

'Perang' komentar pun berlanjut. Akun @jawaposradarmalang kembali menulis di kolom komentar. Kali ini balasan dari akun resmi Harian Jawa Pos Radar Malang itu cukup panjang yakni:

"Ibu terlalu cepat menyebut hoax. Esensinya adalah Ganis Rumpoko tetap jadi caleg. Yakni jadi caleg untuk dapil Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Jika memang ada bagian berita yang salah UU Pers sudah diatur bagaimana tata cara menanggapinya dengan lebih bijaksana, tidak dengan menyebut sebagai berita hoax. Harusnya sebagai pejabat publik memberi contoh bagaimana jika berurusan dengan pers secara lebih arif dan bijaksana. Semoga dengan kasus ini publik bisa lebih jernih sebuah berita itu hoax atau tidak. Disebut hoax jika berita itu 100 persen tidak berdasarkan fakta alias fitnah. Tapi jika berita itu berdasarkan fakta, maka salah dan fatal jika disebut hoax. Putri Ibu secara fakta memang telah mendaftar sebagai caleg untuk DPR RI.

Bahwa untuk dapilnya yang belum tepat, wartawan itu mendapatkan info tersebut dari sumber di KPU. Berarti dalam hal ini, pemilihan sumber yang bisa jadi kurang akurat. Belakangan dapat info dari sumber yang sama bahwa nama putri Ibu dipindah ke dapil Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso pada detik-detik terakhir.

Sekali lagi. Jika memang ada bagian yang salah dalam tulisan berita, sumber berita punya hak jawab. Sebagaimana diatur dalam UU Pers. Seyogyanya hak ini dipergunakan. Jika kita memang mentaati hukum. Bagaimana pun juga wartawan adalah manusia. Tempatnya salah dan dosa. Manusia tidak bisa sempurna dengan tidak boleh salah. Yang bisa dilakukan adalah berbuat sebaik-baiknya berusaha sebaik-baiknya agar tidak salah. Dan secara hukum, sudah diatur tata cara menanggapi pemberitaan yang salah. Jadi tidak asal bikin status."

Komentar yang ditulis akun Instagram @jawaposradarmalang itu pun lagi-lagi dibalas oleh Dewanti Rumpoko.

"Lha saya kan tidak nulis semata-mata hoax redaksi yang terhormat. Tulisannya coba dibaca lagi yang cermat, SEPERTINYA. Kayaknya itu bukan tuduhan. Tapi jawaban saudara yang justru sangat tidak enak buat saya. By the way, saya maafkan walaupun tidak saya lupakan. Dan saya tidak asal buat status," tulis dia dengan nama akun @dewanti_rumpoko itu.

Bukan hanya adu argumen Dewanti dengan Radar Malang, pada kolom komentar juga turut angkat bicara sang putri Ganis Pratiwi Rumpoko. Wanita kelahiran 16 Agustus 1990 itu turut berkomentar di unggahan sang Ibunda. Apa reaksi Ganis? Simak pada ulasan selanjutnya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top