Social Media

Share this page on:

Instagram Wali Kota Batu Heboh (3)

Ibundanya Diserang Komentar, Putra-Putri Wali Kota Batu pun Turun Tangan

25-07-2018 - 07:00
Ganis Pratiwi Rumpoko, putri Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (foto: Instagram @ganisrumpoko)
Ganis Pratiwi Rumpoko, putri Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (foto: Instagram @ganisrumpoko)

Adu argumen di postingan Instagram Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (@dewanti_rumpoko) tidak hanya terjadi antara sang wali kota dan admin Harian Jawa Pos Radar Malang (@jawaposradarmalang).

Dalam postingan berisi 69 komentar itu turut berkomentar pula dua anaknya yakni Ganis Pratiwi Rumpoko (@ganisrumpoko) dan sang putra dengan akun bernama Dinasty Rumpoko (@dinasty_rumpoko).

iklan

Dinasty tampak berkomentar terlebih dahulu. Seolah setuju dengan pendapat Ibundanya, ia menyatakan bahwa judul headline (artikel utama) Harian Jawa Pos Radar Malang tertanggal 19 Juli 2018 dapat membuat banyak pihak terprovokasi. Inilah komentar yang ditulis kakak Ganis Rumpoko itu.

screenshoot 1

"Dari judulnya saja sudah membuat banyak pihak terutama masyarakat dan warga bisa sangat terprovokasi: Dinasti Politik Penguasa Malang Raya. Dan ditulis kalau adik mencalonkan DPR RI melalui Dapil (Daerah Pilih) Malang Raya. Kesannya adik saya hanya ikut-ikut mendompleng nama keluarga dengan mencalonkan di Dapil Malang Raya. Padahal, adik saya mencalonkan di Dapil luar Malang Raya karena ingin membangun jalur sendiri karena tidak ingin disebut 'Dinasti Politik'."

Komentar yang disampaikan Dinasty dibalas oleh Dewanti dengan memberikan tanda kasih sayang. "Lev you mas," tulis istri Eddy Rumpoko itu diserta dua tanda emoticon (tulisan tipografi ekspresi wajah) berbentuk senyum disertai hati. Dinasty pun membalas sang Ibunda: "Love ya too Mom."

Sang adik, Ganis, baru berkomentar setelah banyak warganet lain yang menanggapi postingan sang Ibunda. Apa reaksi Ganis saat Ibundanya membelanya lantaran tidak terima sang anak disebut masuk dalam 'Dinasti Politik Penguasa Malang Raya'?

screenshoot 2

"Waduh ramai banget padahal saya baru daftar. Terimakasih Harian Jawa Pos Radar Malang atas liputannya. Saran saya sebagai media yang cukup besar tidak cepat membikin framing yang mengarahkan opini publik terlalu cepat. Saya sudah menegaskan beberapa kali bahwa saya belum tahu berada di Dapil mana. Saya memiliki alasan dan cara sendiri untuk terjun ke dunia politik (yang belum ingin saya share sekarang). Caption Bu Dewanti Rumpoko ini bukan menuduh tapi mempertanyakan tentang kebenaran berita yang dimuat. Jika menyinggung teman-teman Radar Malang, kami mohon maaf. Yuk sama-sama kita rayakan tahun pemilu dengan politik yang santun dan damai," tulis wanita kelahiran 16 Agustus 1990 itu melalui akun @ganisrumpoko.

Sementara itu, pihak Harian Jawa Pos Radar Malang bukan hanya admin akun resmi mereka yang menanggapi, turut memberikan argumen pula Direktur Harian Jaw Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad melakui akun Instagramnya @kum_jp.

Komentar dari Kurniawan datang setelah komentar pertama yang disampaikan admin akun @jawaposradarmalang.

screenshoot 3

"Wartawan bebas membuat berita apa pun asal mengacu pada kaidah jurnalistik dan kode etik jurnalistik. Soal berita itu provokatif atau tidak sangat tergantung yang membaca dan yang menginterpretasikan. Biasanya yang gampang menilai provokatif itu tidak jauh-jauh kebiasaannya juga provokatif," tulis Kurniawan di bawah komentar warganet dengan nama akun @nany_bontes_panginda.

Lantas bagaimana tanggapan dari Dewanti Rumpoko? Apa maksud ia mengunggah headline koran di Instagram? Dan apa makna keterangan foto 'sepertinya ini hoax'? Dan bagaimana pula tanggapan dari Pimpinan Redaksi Harian Jawa Pos Radar Malang terhadap artikel utama mereka yang dipermasalahkan Wali Kota Batu itu? Simak pada ulasan MalangTIMES selanjutnya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Top