Social Media

Share this page on:

Instagram Wali Kota Batu Heboh (4)

Berita Disindir Wali Kota Batu Lewat Instagram, Pemred Radar Malang : Itu Urusan Teman-Teman di Online

25-07-2018 - 07:30
Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos Radar Malang Mardi Sampurno (foto: Facebook)
Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos Radar Malang Mardi Sampurno (foto: Facebook)

Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos Radar Malang Mardi Sampurna irit komentar terkait perang argumen di media sosial Instagram antara Radar Malang dengan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Dia menganggap persoalan tersebut menjadi urusan kru Radar Malang yang khusus menangani online. Namun demikian, menurutnya, persoalan ini menjadi pelajaran bersama dalam kaitannya dengan bagaimana seharusnya menyampaikan komentar di media sosial.

iklan

"Aku mau komen apa ya itu lebih banyak di dunia maya. Aku sih lihatnya bahwa cetaklah ya, kita kan di cetak, itu lebih kepada ya aku enggak bisa banyak komentar. Tapi ini adalah sebuah pembelajaran bagi kita semua terkait dengan komen di media sosial. Itulah yang bisa saya katakan," komentar pria yang akrab disapa Sam itu kepada MalangTIMES, Selasa (24/7/2018).

Sam mengatakan admin akun @jawaposradarmalang bukanlah redaksi cetak. Dijelaskan, Harian Jawa Pos Radar Malang selain memiliki media berbasis cetak juga memiliki media online dengan nama, www.radarmalang.id.

"Oh beda Mbak, itu temen-temen di online. Bukan di cetak, kalau kita kan di korannya. Jadi itu di online," ungkap dia.

Ia lantas buru-buru melanjutkan bahwa kasus unggahan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko merupakan bentuk pembelajaran.

"Ya inilah pembelajaran kita semua bagaimana cara kita berkomentar di media sosial. Ya tidak ada yang perlu dikomentari. Ya saya liat itu bukan desk saya, itu desknya online," sambung dia.

Meski selalu menekankan bahwa adu argumen di media sosial Instagram merupakan sebuah pelajaran, Sam mengatakan pihaknya cukup keberatan dengan apa yang diunggah oleh Dewanti. "Ya kalau aku sih begini, keberatan dengan  komentar bu Dewanti itu,” kata dia.

Sam lantas mengungkapkan bahwa majunya Ganis Pratiwi Rumpoko dibahas lebih detail di edisi Harian Jawa Pos Radar Malang berikutnya yakni tertanggal 20 Juli 2018.

"Apalagi di edisi berikutnya kita sudah semakin mengerucutkan bahwa mbak Ganis itu dari Banyuwangi bukan dari Malang. Ya edisi berikutnya kan ada runningnya kan. Karena memang yang kita peroleh istilahnya juga dari sumbernya langsung kan," tutup dia.

Seperti diketahui, headline atau artikel utama Harian Jawa Pos Radar Malang tertanggal 19 Juli 2018 terbit dengan mengambil judul 'Dinasti Politik Penguasa Malang Raya'.

Dalam artikel tersebut, disebutkan nama Ganis Pratiwi Rumpoko, putri Dewanti yang akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya.

Ganis bakal menjadi caleg mengikuti putra-putri pemimpin daerah lain yakni Almira Dea Davita (putri Plt Wali Kota Malang Sutiaji) dan Kresna Dewanata Phrosakh (putra Bupati Malang Rendra Kresna).

BACA JUGA : Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Sindir Berita Radar Malang Lewat Instagram

Dewanti pun mengunggah postingan yang memperlihatkan judul artikel utama koran berikut keterangan dalam caption: "sepertinya ini Hoax".

Unggahan Dewanti itu mendapat 600 lebih likes dan 69 komentar. Adu argumen sempat terjadi antara Dewanti dengan Radar Malang melalui akun @jawaposradarmalang. Radar Malang keberatan artikel utama mereka disebut dengan istilah hoax oleh Dewanti.

Dalam bahasa Indonesia, hoax (baca hoks) adalah pemberitaan palsu. Dewanti keberatan jika Ganis dimasukkan dalam penyebutan 'Dinasti Politik Malang Raya' sebab Ganis tidak maju dari daerah pilih (Dapil) Malang Raya tetapi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso.

Hal tersebut memicu adu argumen antara Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dengan Radar Malang melalui akun instagram resminya @jawaposradarmalang dan ditanggapi netizen dengan beragam komentar. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top