Social Media

Share this page on:

Tanah Minang Tolak Islam Nusantara, Begini Reaksi Din Samsuddin

04-08-2018 - 08:39
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika berkunjung ke Kota Malang belum lama ini (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika berkunjung ke Kota Malang belum lama ini (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Isu Islam Nusantara terus menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Pro dan kontra terkait tambahan Nusantara di balik Islam itu pun terus bermunculan di ranah publik.

Belum lama ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat pun dengan tegas menyatakan penolakan terhadap konsep Islam Nusantara.

iklan

Ketua MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal pun menegaskan jika Islam Nusantara tak dapat dikembangkan di Tanah Minang. Namun ia juga tak keberatan jika Islam Nusantara diterapkan di daerah lain.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Samsuddin menyebut jika penolakan yang dilakukan MUI Sumbar bukanlah hal yang perlu menjadi perdebatan. Karena Islam Nusantara pada dasarkan bukan sekadar substansinya saja, melainkan lebih pada pesan agar sesama umat Islam tidak saling menafikan.

"Saya sudah berbincara dengan Buya Gusrizal, dan saya paham betul perasaan mereka," katanya pada wartawan saat berkunjung ke Kota Malang belum lama ini.

Din menilai, Tanah Minang memiliki adat dan budaya yang sudah mendarah daging sehingga tidak heran jika umat muslim di Sumatera Barat sedikit terganggu dengan paham baru yang bermunculan. Namun ia tetap berpesan agar persatuan Islam dan keharmonisannya tetap dijaga dengan utuh.

"Karena di dalam dewan pertimbangan MUI sudah ada kesepakatan untuk ukhuwah islamiyah dan saling menjaga satu sama lain. Jangan sampai ada gesekan yang menimbulkan aksi dan reaksi," tegasnya.

Din menyampaikan agar Islam Nusantara tidak lagi menjadi perdebatan di masyarakat. Sehingga, ulama dan seluruh umat muslim bisa mengerjakan tugas sesuai fungsinya masing-masing dan tetap menjaga ukhuwah islamiyah.

"Apalagi sampai ada yang bilang saya diutus ke Sumatera Barat atas nama Islam Nusantara. Itu tidak benar, dan itu pasti ditumpangi kepentingan politik," tutupnya.

 


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES


Top