Social Media

Share this page on:

Gatot Nurmantyo Sedih Pernah Jadi Pejabat Indonesia

05-08-2018 - 07:54
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo (Pipit Anggraeni)
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku sedih lantaran sempat menjadi pejabat tinggi di Indonesia. Pasalnya, dia menilai, sampai detik ini sebagian besar pejabat di Indonesia tidak Pancasialis.

"Termasuk saya ketika saya masih menjadi panglima TNI. Itu sangat menyedihkan," ujar Gatot. Pernyataan itu dia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam acara Muktamar kXVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang belum lama ini.

iklan

Gatot menyebut, karakter pemimpin dari tingkat kelurahan hingga pimpinan tertinggi belum menjadi penganut idelogi Pancasila yang baik dan benar. Terutama layanan kepada masyarakat yang selama ini ia nilai terlalu rumit dan bertele-tele.

"Ini yang harus dibenahi. Pejabat harus memiliki ideologi Pancasila dan bisa memperlakukan masyarakat dengan baik," tandasnya.

Lebih jauh Gatot menjelaskan bahwa pemimpin dan pejabat yang tidak Pancasilais itu dapat dilihat dari beberapa karakter. Di antaranya adalah mereka yang "membeli" dan "menguasai" media massa untuk menggiring opini masyarakat. "Apa yang ada lihat, dengar, dan baca terkadang tak sepenuhnya benar," ucap pria kelahiran Tegal tersebut.

Selain itu, Gatot menyebut pemimpin dan pejabat yang suka memecah belah partai, membeli hukum, mengeksploitasi sumber daya alam, dan membiarkan bergulirnya isu SARA juga masuk dalam kriteria pemimpin yang non-Pancasilais. 

"Anda sebagai calon pemimpin harus belajar lebih banyak tentang Pancasila dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga berharap pelajaran sejarah sudah banyak diberikan dari siswa tingkat dasar," pungkasnya. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha


Top