Social Media

Share this page on:

Disambati Seniman, Sutiaji Ganti Dewan Kesenian dengan Dewan Kebudayaan Malang

09-08-2018 - 19:43
Suasana audiensi antara Plt Wali Kota Malang Sutiaji bersama seniman dan budayawan Kota Malang di Balai Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Suasana audiensi antara Plt Wali Kota Malang Sutiaji bersama seniman dan budayawan Kota Malang di Balai Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Vakumnya kepengurusan Dewan Kesenian Malang menjadi salah satu problem yang disampaikan para seniman pada Plt Wali Kota Malang Sutiaji.

Muncul opsi untuk membentuk Dewan Kebudayaan Malang sebagai ganti dewan kesenian berdasarkan peraturan perundang-undangan.

iklan

Hari ini (9/8/2018) audiensi antara Sutiaji bersama perwakilan seniman dan budayawan se Kota Malang berlangsung di Balai Kota Malang. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuspar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Sutiaji menyebut, audiensi itu dilakukan untuk mengapresiasi pesan dari para seniman dan budayawan untuk bersama pemerintah dalam memajukan seni dan budaya. Terlebih, pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ada tiga aspirasi yang disampaikan oleh seniman kepada Sutiaji yang juga Wali Kota Malang terpilih periode 2018 - 2023 itu.

Pertama, mereka meminta orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu untuk mewujudkan visi menjunjung tinggi keragaman budaya sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2017. 

Kedua, meminta Wali Kota Malang agar menetapkan Perwal tentang pembentukan Dewan Kebudayaan Malang.

Ketiga, meminta agar Wali Kota Malang memfasilitasi terselenggaranya musyawarah seniman dan budayawan guna membentuk Dewan Kebudayaan Malang.

Menanggapi hal itu, Sutiaji mengapresiasi permintaan para seniman dan budayawan.

Menurut dia, kebudayaan tak bisa dilepaskan dari upaya pemerintah dalam memajukan sektor wisata. Apalagi, Kota Malang relatif tidak memiliki sumber daya alam sebagai tujuan wisata.

Oleh karena itu, sisi budaya menjadi salah satu hal yang berpotensi untuk ditonjolkan dalam upaya memajukan wisata.

"Apa yang disampaikan para seniman dan budayawan ini bertepatan dengan penyusunan RPJMD yang di dalamnya menyertakan potensi daerah salah satunya adalah seni dan budaya," kata Sutiaji.

Di hadapan para seniman dan budayawan, Sutiaji juga menegaskan, jika pihaknya tidak pernah menutup diri. 

Sutiaji juga bakal sangat terbuka kepada siapapun untuk diajak bertemu dan berdialog termasuk dengan para seniman dan budayawan.

"Saya tegaskan pada forum ini, bahwa saya senantiasa membuka diri untuk bertemu dan berdialog dengan para seniman. Jadi tidak benar, kalau ada yang menyatakan saya menutup diri atau tidak menerima permohonan bertemu dengan seniman," tegasnya. 

Pemkot Malang, lanjutnya, terus berupaya menggandeng semua elemen termasuk para seniman dan budayawan dalam memajukan kebudayaan di Kota Malang. Sehingga, audiensi yang dilakukan ini memiliki nilai strategis dalam rangka mengembangkan kebudayaan di Kota Malang.

"Kami juga ingin ada Kampung Malangan dimana ketika orang masuk di dalamnya sudah tahu bahwa ini adalah Malang. Orang akan tahu daei karakter, kebudayaan asli Malang seperti apa di kampung tersebut," tukasnya.

Terkait dengan Dewan Kebudayaan Malang sebagai pengganti dari Dewan Kesenian Malang yang telah lama vakum, Sutiaji menegaskan jika hal itu sudah diatur dalam UU No 5 Tahun 2017 sehingga memiliki dasar hukum untuk pembentukannya.

"Nomenklaturnya adalah kebudayaan bukan kesenian. Karena menurut hemat saya, kebudayaan ini maknanya lebih luas dari kesenian. Kesenian adalah bagian dari kebudayaan. Sehingga nomenklatur tersebut sudah sesuai dengan visi dan misi kita bersama dalam memajukan kebudayaan," tukas Sutiaji.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji juga menginformasikan kepada para seniman dan budayawan jika saat ini sudah ada itikad baik bersama antara Pemerintah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu untuk bersama membangun Malang Raya. 

Tentunya, lanjut Sutiaji, hal ini juga akan sangat strategis dalam upaya membangun kebudayaan di Kota Malang di masa mendatang.

Sementara itu, perwakilan seniman dan budayawan, Rudi Satrio Lelono, mengatakan jika niatan baik untuk memajukan seni dan budaya sudah diterima baik oleh Pemerintah Kota Malang.

"Kedepan mari kita bersama-sama memajukan seni dan budaya untuk Kota Malang," kata Rudi.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES

Top