Social Media

Share this page on:

Mengerikan, Bangunan Minimarket Roboh di Lombok. Berikut Videonya

09-08-2018 - 21:54
Akun Instagram Punapi Bali mengunggah video robohnya bangunan Alfamart di Mataram, NTB (foto via Instagram)
Akun Instagram Punapi Bali mengunggah video robohnya bangunan Alfamart di Mataram, NTB (foto via Instagram)

MALANGTIMES - Sebuah video detik-detik bangunan minimarket Alfamart roboh beredar luas di media sosial. Adalah akun Instagram Punapi Bali mengunggah video robohnya Alfamart di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (9/8/2018).

Alfamart itu berada di Jalan Arief Rahman Hakim, Karang Bedil, Mataram. Kejadian berlangsung pada Kamis siang. 

Video ini, jelas Punapi Bali merupakan kiriman warganet dengan nama akun @eppypradana. Sudah ada 183.000 lebih orang yang menyaksikan video detik-detik bangunan minimarket tersebut runtuh.

iklan

Dan ada 1400 komentar dari warganet. Umumnya mereka ketakutan kejadian serupa akan menimpa mereka. Apalagi gempa susulan terus terjadi. 

"Besok kalau ada gempa langsung lari aja. Ngeri tahu," komentar @vian_febrianthi. 

"Ngeri kalau sudah gini enggak ada hitungan berapa detik gimana caranya lari cepat kecuali berdoa minta perlindungan kepada Tuhan," tulis @asih_ugik.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan robohnya Alfamart bukan disebabkan oleh gempa melainkan konstruksi bangunan.

"Yang bunyi kletek-kletek sebelum roboh itu adalah patahnya tiang utama sehingga konstruksi penguat patah lalu tidak mampu menerima beban di atasnya," kata dia sebagaimana dikutip dari Detik, Kamis (9/8/2018). 

Adapun, gempa yang terus terjadi di Lombok merupakan siklus 200 tahunan. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

"Gempa di Lombok kali ini adalah siklus 200 tahunan dari patahan Flores, energi terkuat telah selesai," jelas dia dikutip dari Antara. Titik gempa terkuat berada di Lombok Utara dan Lombok Timur. Lalu muncul titik gempa di Mataram. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top