Social Media

Share this page on:

Malang Jadi Dipilih Pilot Project Pengembangan UMKM Naik Kelas

10-08-2018 - 12:18
Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Kementerian Koperasi dan UMKM Christina Agustin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Kementerian Koperasi dan UMKM Christina Agustin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dipilih menjadi pilot project pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas. 

Malang Raya dipilih karena selain memiliki beragam produk UMKM yang potensial, juga dikarenakan aktifnya pemerintah daerah Malang Raya untuk meningkatkan hasil produk UMKM binaan mereka melalui program yang ditawarkan Kementerian Koperasi dan UMKM.

iklan

"Kami sengaja pilih Malang Raya karena pemerintahnya memang aktif menyampaikan perkembangan UMKM binaan mereka kepada kami. Jadi, Malang Raya ini menjadi prioritas," terang Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Kementerian Koperasi dan UMKM Christina Agustin saat berkunjung ke Kota Malang belum lama ini.

Perempuan berhijab itu menyampaikan, UMKM sampai saat ini masih mendominasi segala jenis usaha yang ada di Indonesia. Total ada 62,92 juta jenis usaha dan 99,99 persen merupakan UMKM. Sedangkan sisanya merupakan usaha menengah dan usaha besar.

Itu sebabnya, lanjut Christina, UMKM mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019. UMKM menjadi konsentrasi untuk meningkatkan daya saing dengan skala yang lebih besar.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM itu diantaranya melalui pembinaan, pendampingan, hingga penguatan pembiayaan bagi UMKM terpilih. Evaluasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) juga dilakukan. "Bunga KUR sebelumnya sembilan persen, dan kini sudah tujuh persen," tambahnya.

Lebih jauh Christina menyampaikan, Malang Raya juga dijadikan sebagai pilot project program Expert Pool. Program ini merupakan portal khusus menjalin komunikasi untuk menghimpun para pakar UMKM. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk UMKM agar mampu naik kelas.

"Jadi, para pakar kita kumpulkan untuk biasa membantu pertumbuhan UMKM. Karena selama ini kita masih terpatok dengan satu pakar yang kita kenal saja untuk memberi pembinaan. Ketika satu daerah sudah ada pendampingan dari ahlinya, maka percepatan upaya naik kelas menjadi lebih terbuka," jelasnya.

Selain Malang, wilayah yang dipilih sebagai pilot project untuk mengupayakan UMKM naik kelaa adalah Makassar dan Sumatera Utara. Ketika program yang dijalankan ini berhasil, maka akan diterapkan di beberapa daerah lainnya secara bertahap. "Di Jatim untuk saat ini kami hanya memilih Malang Raya," pungkasnya. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES

Top