Social Media

Share this page on:

Kabupaten Malang Jadi Kawasan Korporasi Bawang, Dinas Pertanian Siap Kawal Petani

10-08-2018 - 13:53
Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar Anwar (tengah) bersama Bupati Malang Rendra Kresna saat dialog bersama petani.
Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar Anwar (tengah) bersama Bupati Malang Rendra Kresna saat dialog bersama petani.

MALANGTIMES - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang siap untuk mengawal petani bawang di wilayah Ngantang dan Pujon. Dua wilayah yang akan dikembangkan menjadi kawasan bawang merah berbasis korporasi. 

Kawasan pertanian berbasis korporasi merupakan program Kementerian Pertanian dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan meningkatkan daya saing produk. Baik di dalam negeri maupun saat berhadapan dengan produk luar negeri yang bebas masuk ke Indonesia.

iklan

Bupati Malang Rendra Kresna saat melihat hasil produksi bawang merah petani Ngantang (Nana) 

Menurut Andi Amran Sulaiman, menteri pertanian RI,  seperti dilansir dari media nasional, kawasan berbasis korporasi menjadi kebutuhan saat ini. Sebab, pembangunan komponen kawasan pertanian wajib dilakukan secara integral, dari hulu sampai hilir. 

Budiar Anwar, kepala DTPHP Kabupaten Malang,   menyatakan,  dengan dikembangkannya dua wilayah tersebut,  pihaknya akan terus mengawal berbagai program pertanian di sana. "Kami akan terus mendorong berbagai program yang telah berjalan di berbagai kelompok petani di sana. Juga tentunya akan mengawal berbagai bantuan pemerintah terhadap petani bawang," kata dia kepada MalangTIMES,  Jumat (10/8/2018). 

Budiar melanjutkan, sesuai amanah menteri pertanian RI, predikat Kabupaten Malang yang disiapkan dan dikembangkan menjadi kawasan korporasi bawang tentunya disambut gembira. Pasalnya, dari data Kementerian Pertanian dua tahun terakhir ini,  kawasan korporasi masih terbilang sedikit. Yaitu di daerah Lebak (Banten) dengan kawasan korporasi jagung dan kakao di Kolaka,  Sulawesi Tenggara. 

"Kabupaten Malang masuk jadi salah satu yang akan jadi kawasan tersebut. Karenanya tentu kita bergembira dan siap untuk mewujudkannya," ujar Budiar. 

Kabupaten Malang ditunjuk sebagai kawasan koorporasi bawang merah dikarenakan luas lahan dan produktivitasnya. Seperti diketahui,  data di DTPHP Kabupaten Malang,  luas lahan bawang merah mencapai 2.500 hektar (ha). Sedangkan,  menurut Hery Suntoro, kepala bidang (kabid) hortikultura,  menyatakan produktivitas rata-rata bawang merah di tiga sentra utama, sebanyak 10-20 ton per ha. 

"Dari tiga sentra bawang merah di Ngantang, Pujon, dan Sumberpucung,  Kabupaten Malang telah menjadi salah satu penghasil bawang merah di mata nasional," ujar Hery yang juga menyampaikan varietas yang dibudidayakan di sana didominasi batu ijo dan superphilips. 

D itingkat kelompok tani sendiri,  kesiapan yang disampaikan pemkab Malang,  direspon positif. Bahkan,  menurut salah satu ketua tani maju sejahtera di Purworejo,  Ngantang, mereka sejak beberapa bulan lalu telah bergerak. 

Slamet Subandi menyampaikan bahwa di kelompok tani nya dengan anggota 50 orang,  adanya pengembangan kawasan korporasi bawang merah,  mereka telah membentuk koperasi. "Ini sebagai wadah kami untuk mewujudkan kawasan koorporasi. Sekaligus wadah untuk koordinasi serta lainnya.  Sehingga berbagai program yang masuk ke wilayah kita bisa terkoordinir secara baik," ujar  Slamet. 

Slamet optimistis dengan adanya pengembangan kawasan koorporasi bawang merah,  para petani akan semakin meningkat taraf kesejahteraannya. Dengan luas lahan mencapai 800 ha di dua desa serta hasil panen sekitar 10-20 ton/ha, dirinya optimis kawasan korporasi bawang merah bisa terwujud.  "Kita perlihatkan progres perkembangannya nanti ke pak Menteri dalam panen raya di wilayah kami. Kita panen raya 35 hari lagi ke depan," ujarnya. 

Seperti diketahui, penunjukan Kabupaten Malang sebagai kawasan korporasi bawang merah  telah terlihat sejak tahun lalu. Pemerintah pusat melalui Ditjen Hortikultura sejak tahun 2017-2018 telah menggelontorkan berbagai bantuan kepada petani bawang merah. 

"Bantuan sarana produksi, alat mesin pertanian,  sarana pengendali hama,  benih,  gudang benih sampai pada bangsal pasca panen telah digelontorkan kepada kita. Ini tentunya yang kita kawal agar bisa mewujudkan kawasan korporasi," pungkas Budiar. (*)


Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES


Top