Social Media

Share this page on:

13 Desa Tanam Serentak Bunga Puring, Ampelgading Terus Bersolek

10-08-2018 - 19:43
Gerakan tanam puring di seluruh desa di Kecamatan Ampelgading, Jumat (10/8/2018) (Foto: Camat Ampelgading for MalangTIMES)
Gerakan tanam puring di seluruh desa di Kecamatan Ampelgading, Jumat (10/8/2018) (Foto: Camat Ampelgading for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wilayah Ampelgading terus berbenah diri dan tidak mau berpuas dengan melimpahnya potensi alam wisata yang mulai menarik hati masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah. 

Tercatat di wilayah seluas 141,96 Km2 ini berbagai destinasi wisata tersebar di berbagai desa. Wisata Pantai Licin, Coban Sewu, Ciblung, Glintung serta coban lainnya, kerap mengundang decak kagum pengunjung. Wisata sejarah di Ampelgading pun terpampang di Candi Jejawar. 

iklan

Limpahan potensi alam dan peninggalan sejarah tersebut, tidak membuat Ampelgading yang dipimpin Camat Akhmad Taufiq Juniarto, berdiam dan berpuas diri. 

Kini, dengan bersandar pada dua program strategis Kabupaten Malang, yaitu optimalisasi pariwisata dan lingkungan hidup, Ampelgading kembali bersolek melalui gerakan tanam bunga puring serentak di seluruh wilayahnya. 

13 desa yang ada di Ampelgading, menanam bunga yang terkenal keindahan dan harganya yang mahal tersebut di desanya masing-masing. 

"Seluruh desa serentak hari ini dari pagi sampai siang, menanam bunga puring di sepanjang jalan. Ini gerakan masif tanam puring yang kita canangkan hari ini," kata Akhmad Camat Ampelgading, Jumat (10/8/2018) kepada MalangTIMES. 

Gerakan tanam bunga puring tersebut, masih menurut Akhmad, merupakan wujud pemerintahan kecamatan dan desa untuk membumikan dua program strategis Kabupaten Malang. Selain tentunya, mengangkat potensi sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut. Salah satunya adalah pohon puring yang banyak tumbuh di wilayah yang terkenal dengan wisata coban dan desa pramukanya ini. 

"Di wilayah kami puring banyak sekali tumbuh dan jenisnya beraneka ragam. Gerakan menanam puring di seluruh desa sebagai upaya mengoptimalkan potensi tersebut. Selain puring mudah ditanam dan memiliki keindahan pada daunnya yang berwarna warni," ungkap Akhmad. 

Terkenal dengan nilai ekonomisnya yang tinggi, puring indukan, misalnya bisa memiliki nilai jual ratusan ribu sampai jutaan. Sedangkan anakannya bisa mencapai harga puluhan sampai ratusan ribu. 

Akhmad pun mengiyakan harga puring tersebut. Pihaknya pun telah menginstruksikan kepada warganya agar puring bernilai ekonomis tinggi jangan di tanam di jalanan. 

"Yang di jalanan yang biasa saja tapi tetap indah untuk dilihat. Kalau yang harganya mahal,  silahkan ditanam di rumah warganya masing-masing," ujarnya.

Ia juga menyampaikan gerakan tanam puring ini sebenarnya tidak ditujukan secara spesifik dalam menyambut Hari Pramuka di Lebakharjo yang akan dihadiri ribuan pramuka se-Indonesia,  Senin (13/8/2018) depan. Namun kebetulan Kabupaten Malang terpilih sebagai tuan rumah Hari Pramuka Nasional yang tentu keindahannya akan bisa dilihat tamu.

"Tujuan awalnya memperindah dan mempercantik Ampelgading melalui puring yang tumbuh banyak di sini. Terkait itu semoga juga bisa semakin memperkenalkan wilayah kita di mata masyarakat luas," terang Akhmad. 

Gerakan tanam puring yang dicanangkan di Desa Sidorenggo,  ke depannya akan terus dilaksanakan dan semakin dimasifkan secara mandiri di desa-desa. 

Sehingga nantinya Ampelgading akan semakin dikenal dengan wilayah bunga puring di seluruh desanya. Dalam upaya menguatkan sektor pendukung pariwisata. Atau bahkan menjadi destinasi wisata tersendiri yang melengkapi lokasi wisata lainnya yang telah ada. 

Walaupun,  Akhmad belum sampai menargetkan hal tersebut. "Belum ke sana. Saat ini gerakan tanam puring biar masif dulu dan tumbuh kesadaran di masyarakat. Intinya kita ingin terus memperindah Ampelgading," pungkasnya.


Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top