Social Media

Share this page on:

Pondok Pesantren Rajut Asa Pecandu Narkoba (3)

Ponpes Bahrul Maghfiroh Sembuhkan Pecandu Narkoba dengan 'Obat' Khusus Ini

24-08-2018 - 10:22
Mantan pecandu narkoba yang kini menjadi santri di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (foto: Yogi Iqbal/MalangTIMES)
Mantan pecandu narkoba yang kini menjadi santri di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (foto: Yogi Iqbal/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyembuhan pecandu narkoba salah satunya adalah melalui tahapan detoksifikasi. Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Ada beberapa macam detoksifikasi di antaranya rapid atau cara cepat. 

Racun narkotika dalam tubuh pecandu efektif akan hilang dalam waktunya dua sampai tiga hari. Detoksifikasi ini 'menyiksa' lantaran pecandu akan disuntik dengan Naltrekson. Efek dari obat ini adalah rasa sakit luar biasa meski sudah dibius.

iklan

Detoksifikasi narkoba yang dilakukan di pondok pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Malang menggunakan air kelapa muda. Para pecandu yang masuk ke ponpes akan diberikan kelapa muda yang sudah dibacakan doa-doa khusus.

Di dunia kesehatan, air kelapa dipercaya sebagai alat detoksifikasi secara alami. Air kelapa dan plasma darah dalam aliran darah manusia mempunyai susunan yang mirip. Sejak zaman dahulu, air kelapa merupakan pengganti darah saat zaman perang sehingga banyak nyawa manusia terselamatkan.

"Kami memakai metode penyembuhan non medis yaitu dengan menggunakan air degan yang telah didoakan baru diminumkan kepada pecandu. Setiap ada gejala-gejala dia diberikan air kelapa muda atau air degan," jelas Edy Santosa, Ketua Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia pada MalangTIMES.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan di awal pecandu bisa diberikan air degan hingga empat kali dalam sehari.

"Biasanya kalau awal-awal masuk mereka seminggu banyak yang mulai muncul gejala di tubuhnya. Itu kita berikan air degan yang sudah didoakan. Pengobatan detoksifikasi dengan air degan ini untuk semua pecandu baik yang dulu konsumsi pil maupun shabu-shabu," jelas dia.

Saat ini ada 18 orang pecandu yang ditanggani ponpes. Tersisa empat orang saja yang masih perlu mendapatkan penyembuhan secara intensif.

Mereka ditempatkan di sebuah pondokan khusus. Areal seluas 1,5 hektare ini mampu menampung hingga 100 pecandu narkoba. Salah seorang diantara mereka adalah EJ pada seri tulisan kami sebelumnya.

BACA JUGA Kekuatan Doa dan Kehangatan Keluarga Pesantren, Pecandu Lepas dari Jerat Narkoba

Selain menggunakan air kelapa muda, ponpes yang didirikan almarhum KH Lukman Al Karim itu juga menggunakan metode khusus yakni sharing atau berbagai pengalaman. 

"Disini sudah membuat program yaitu daily activity atau kegiatan sehari-hari. Semua santri yang dahulu pernah memakai barang haram melakukan kegiatan seperti biasa plus ada waktu-waktu tertentu mereka mengaji Dan berbagai pengalaman atau kami sebut berbagai perasaan atau sharing," jelas Aflakhul Rizky, Ketua IPWL Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. 

Pondokan khusus santri pecandu narkoba di ponpes tersebut merupakan kerjasama dengan Kementerian Sosial. Sejak tahun 2015, Bahrul Maghfiroh ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). 

Lebih lanjut, metode berbagai perasaan ini dilakukan dua kali dalam sehari. Pada pagi hari, Aflakhul menyebut sebagai pembuka sementara kegiatan yang sama juga dilakukan setelah santri menunaikan ibadah salat Isya. 

"Ini merupakan bagian dari rehabilitasi non medis yang kami terapkan di ponpes. Karena dalam sesi berbagai perasaan atau sharing teman-teman bisa menuangkan perasaan mereka terutama yang dahulu pernah terjerumus memakai narkoba. Dari kegiatan inilah kami membangun ikatan kekeluargaan yang kuat sehingga mereka bisa kami dorong untuk berhenti memakai narkoba," kata dia.

Meski IPWL Bahrul Maghfiroh berdiri secara resmi pada tahun 2015 tetapi sejak tahun 1995 sudah banyak pecandu narkotika yang berhasil sembuh selepas mondok.

Kini, setelah pendiri ponpes, almarhum KH Lukman Al Karim, berpulang ke rahmatullah, apa yang akan disiapkan ponpes Bahrul Maghfiroh guna menyembuhkan para pecandu narkotika?

Simak wawancara kami dengan pengasuh ponpes Bahrul Maghfiroh yang juga mantan rektor universitas negeri di Malang. Siapa dia? (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Top