Social Media

Share this page on:

PondokPesantren Rajut Asa Pecandu Narkoba (4)

Pecandu Narkoba yang Ingin Nyantri di Ponpes Bahrul Maghfiroh Harus Penuhi Syarat Ini

28-08-2018 - 15:20
Mantan pecandu narkoba yang nyantri di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (foto: Yogi Iqbal/MalangTIMES)
Mantan pecandu narkoba yang nyantri di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (foto: Yogi Iqbal/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berada di perbukitan Joyogrand, Kota Malang, membuat suasana Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh begitu damai. Tak banyak lalu lalang kendaraan melintas depan pesantren.

Di sinilah ratusan pemuda menuntut ilmu agama. Ponpes yang didirikan KH Luqmanul Karim itu memiliki sekitar 400 santri dari berbagai pelosok daerah di Indonesia. Puluhan di antaranya bukan santri biasa karena mereka merupakan mantan pecandu narkotika. 

iklan

Sejak 2015 lalu, Bahrul Maghfiroh dipercaya Kementerian Sosial sebagai institusi penerima wajib lapor atau IPWL. Di lingkungan ponpes itulah dibangun pondokan khusus seluas 1,5 hektare untuk rehabilitasi pecandu narkoba. "Saat ini ada 18 orang pecandu yang kami tangani dan tersisa empat orang saja yang masih harus mendapat pengobatan secara intensif," ungkap Edy Santosa, ketua Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia kepada MalangTIMES. 

Ketentuan pendaftaran rehabilitasi narkoba di Ponpes Bahrul Maghfiroh adalah laki-laki berusia di bawah 25 tahun. Syarat selanjutnya adalah tidak menderita penyakit HIV/AIDS. Pecandu yang menjalani rehabilitasi harus datang dengan didampingi orang tua atau wali dan bagi yang menjalani rehabilitasi karena putusan pengadilan wajib melampirkan salinan putusan. 

BACA JUGA : Ponpes Bahrul Maghfiroh Sembuhkan Pecandu Narkoba dengan 'Obat' Khusus Ini

Persyaratan selanjutnya agar bisa nyantri di pesantren itu adalah perihal administrasi. Yang harus disediakan adalah fotokopi kartu keluarga, fotokopi KTP pasien dan orang tua, pas foto ukuran 4 x 6 sebanyak dua lembar, dan materai Rp 6.000 sebanyak dua lembar.

Adapun ketentuan rehabilitasi, jelas Edy, ada beberapa yang harus diperhatikan. Pertama, masa pembinaan selama empat bulan meliputi detoksifikasi dan primary. Pada masa detoksifikasi, pasien tidak dapat dikunjungi oleh pihak keluarga selama satu bulan. Kunjungan baru dapat dilajukan setelah memasuki fase primary dan re-entry. Jika pasien ingin melanjutkan program re-entry, waktu yang diberikan adalah tiga bulan. 

Dan berikut link informasi selengkapnya mengenai ketentuan pasien rehabilitasi narkoba di Ponpes Bahrul Maghfiroh. 

http://www.bahrulmaghfiroh.com/cara-daftar-pasien-ipwl/

Selain itu, Edy menjelaskan ada biaya administrasi yang dikenakan apabila pecandu narkoba ingin menjalani rehabilitasi di Ponpes Bahrul Maghfiroh. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 081-295-641-997 (WhatsApp kantor) atau 081-295-097-336 (Rahman).

Di seri berikutnya MalangTIMES akan mengulas mengenai program-program khusus yang disiapkan oleh pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh untuk para santri mantan pecandu narkoba. Apa saja? Simak di bagian selanjutnya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top