Social Media

Share this page on:

Demi Keamanan 41 Pohon Mati dan Ranting Membahayakan Ditebang di Kota Batu

13-09-2018 - 18:55
Perempesan ranting pohon di Jl Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. (Foto: Istimewa)
Perempesan ranting pohon di Jl Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Tingkatkan kewaspadaan, Pemkot Batu melakukan penebangan dan perempesan di beberapa ruas jalan yang membahayakan di Kota Batu. Usai dilakukan survey ada 41 pohon yang perlu ditebang dan dirempes. 

Di beberapa jalan protokol terdapat pohon-pohon cukup membahayakan bagi para pengendara. Seperti halnya di Jl Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu melakukan perempesan ranting-ranting.

iklan

Karena ranting tersebut cukup membahayakan pengguna jalan saat kondisi angin kencang seperti yang terjadi beberapa hari ini. “Untuk jalan provinsi total ada 41 pohon (mulai Desa Pendem sampai Kelurahan Songgokerto), belum termasuk ruas lainnya. Untuk pohon di ruas jalan kota belum disurvey,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat. 

Ia menjelaskan penebangan pohon dan perempesan pohon itu tidak asal, tetapi ada beberapa kriteria. Beberapa kriteria pohon yang sudah diinventarisir yakni keberadaan pohon pengganggu jaringan utilitas kota atau lingkungan sekitar.

“Seperti keberadaan pohon mengganggu atau membahayakan bagi keselamatan atau kepentingan umum,” ujarnya, Kamis (13/9/2018).

Lainnya pohon kondisi mati, terdapat keropos akar, keropos batang dan dari 1/5 bagian akar pohon terpotong atau rusak sehingga dapat mempengaruhi kestabilan berdirinya pohon.

“Lalu juga seperti posisi batang pohon melintang miring yang mengganggu lalu lintas di jalan atau bangunan,” jelas pria yang juga dosen ini.

Perempesan dan penebangan ini dilakukan untuk menghindari bencana. Melihat kondisi angin di Kota Batu cukup kencang beberapa hari ini.

“Penebangan dan perempesan pohon ini masih terus kita lakukan melihat banyaknya pohon mati dan dahan yang mengganggu,” tutup Alfi kepada BatuTIMES.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top