Social Media

Share this page on:

Belum Genap Sebulan Mengajar, Guru Baru Gasak Laptop, HP dan Uang di SD NU Hasyim Asy'ari

13-09-2018 - 20:43
Pelaku yang saat ini masih dalam pencarian (Istimewa)
Pelaku yang saat ini masih dalam pencarian (Istimewa)

MALANGTIMES - Seorang guru yang seharusnya menjadi contoh bagi murid-muridnya bukan justru melakukan hal-hal yang tak sepatutnya dilakukan oleh seorang pendidik. Hal ini seperti yang dilakukan Dewi Mangga Eta warga Dusun Krajan, Desa Payeman, Tonggas, Probolinggo.

Betapa tidak, ia yang merupakan guru baru yang belum genap sebulan, bahkan dalam hitungan minggu, melakukan pencurian di tempatnya mengajar yakni di SD NU Asy'ari, di Jalan Laks Martadinata 2, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang.

iklan

Salah satu guru di sekolah tersebut, Lita RH (26) mengungkapkan, pelaku melakukan pencurian di sekolah pada 23 Agustus 2018. Saat itu, pelaku membawa kabur satu laptop, satu HP dan uang tabungan murid sebesar Rp 290 ribu.

"Pelaku masuknya sekitar awal Agustus-an. Saat melamar ya mencantumkan pengalamannya mengajar di beberapa tempat. Makanya diterima karena saat itu kita juga sedang mencari guru baru," jelasnya, Kamis (13/9/2018).

Aksi tersebut tampaknya juga sudah direncanakan oleh pelaku. Pasalnya, ada upaya untuk menghilangkan identitas pelaku yang sebelumnya digunakan untuk melamar menjadi guru.

"Cv sama lamarannya dibawa kabur sama pelaku ini. Dia (pelaku) malahan sempat pura-pura ikut mencari juga. Dan guru-guru sadarnya setelah dia pergi," jelasnya.

Dari informasi yang diperoleh Lita, ternyata pelaku ini pernah mencuri di sebuah sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) di kawasan Kota Malang dengan modus yang sama. Tempat tinggal pelaku di Kota Malang sendiri, diketahui di kawasan Teluk Cendrawasih, Kota Malang.

"Saya dapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari salah seorang guru PAUD yang pernah jadi korban. Dapat info lagi dari seorang pemilik warteg di daerah Splendid, katanya pelaku ini langganan di warungnya. Suaminya juga jualan burung di situ. Saya juga dikasih tahu nomor suaminya, cuma belum saya hubungi. Pelaku katanya juga bekas napi Polsek Blimbing, dalam kasus yang sama," terangnya.

Sementara itu, pelaku sampai saat ini masih dalam pencarian dan belum diketahui keberadaannya. 

Pasca kejadian tersebut, pihaknya juga sempat memosting di salah satu grup media sosial. Dari postingan tersebut, banyak mereka yang berkomentar juga pernah menjadi korban.

Salah satunya akun AnisAdns Canis yang berkomentar, "Saya dan sekolah saya juga menjadi korban dari orang ini. Kalau ada perkembangan orang ini ditemukan mohon dikabari ya. Saya kehilangan leptop, uang shodaqoh siswa sebesar Rp 504.000 ribu, uang tabungan siswa Rp 80 ribu, dan uang persembahan Rp 60 ribu. Saya dulu sudah lapor polisi, tapi tidak bisa ditindaklanjuti karena kwintansi pembelian laptop saya hilang. Mohon informasi jika orang ini ditemukan, terima kasih," tulisnya dalam komentar dipostingan di medsos.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES

Top