Social Media

Share this page on:

Makam Tua di TPU Samaan, Ada Yang Nyekarnya Pakai Sebar Uang Jutaan

14-09-2018 - 11:04
Makam Mbah Moeser, salah satu makam tua di kompleks TPU Samaan yang berangka tahun 1913. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Makam Mbah Moeser, salah satu makam tua di kompleks TPU Samaan yang berangka tahun 1913. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kota Malang memiliki beberapa kompleks makam tua. Salah satu yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda adalah TPU Samaan di Jl Sendang Biru, Kelurahan Lowokwaru. Di sana, terdapat beberapa nisan berangka tahun 1900-an.

Juru kunci TPU Samaan menyampaikan, terdapat beberapa makam tua yang dalam beberapa tahun sering dikunjungi para peziarah. Satu yang paling terkenal adalah makam milik Mbah Moeser. Makam tersebut diperkirakan milik salah seorang ulama yang berjuang pada masa kemerdekaan.

iklan

Di nisan makam tertulis angka 1913 yang menunjukkan tahun wafatnya Mbah Moeser. Meski sudah lama, bentuk makam tampak sama dengan kondisi makam sekarang karena sempat dipugar oleh keluarga dan keturunan Mbah Moeser.

"Saya kurang paham ini kelurganya dari mana. Dua tahun atau tiga tahun sekali ada yang takziah dengan jumlah besar. Dan saat takziah tidak boleh melangkahi makam. Saya dengar, katanya kalau sampai melangkahi makam, akan langsung meninggal," ungkap pria paro baya yang nggan menyebutkan namanya itu.

Di lingkungan makam itu juga terdapat salah satu makam milik keturunan India. Setiap satu tahun sekali, ada keluarga yang datang dari India untuk takziah. Kebiasaan unik yang dilakukan keluarga tersebut adalah menghamburkan uang pecahan Rp 100 ribu dengan total mencapai jutaan rupiah sembari berdoa.

"Kalau keluarga dari India itu datang, banyak warga yang ngumpul karena mereka menghamburkan uang jutaan. Tapi tidak tahu kami maksudnya mereka ngasih hamburan uang itu," imbuh juru kunci makan tersebut.

Selain itu, di TPU Samaan juga terdapat sebuah batu nisan berangka tahun 1939 dan memiliki bentuk setengah lengkung. Makam tersebut merupakan kompleks makam keluarga dari Moehamad Ali yang seorang saudagar kapal dari Kota Bangil.

Berdasarkan cerita yang berkembang, istri Moehamad Ali adalah seorang keturunan atau trah bangsawan. Karena ayah dari istrinya ini adalah seorang wedana pada masa kolonial yang bernama Onggodiwirjo, pada akhir hayatnya sang istri dimakamkan di kompleks makam Samaan.

Sebagai informasi, makam ini memiliki luas lahan sekitar 57.829 m2 dan terbagi atas dua bagian, yaitu sisi utara dan selatan. Sisi utara sendiri masuk ke dalam kawasan Kecamatan Lowokwaru dan terdiri dari 3 blok dengan pembagian blok A, blok B, blok C. Blok A terbagi lagi menjadi blok A A1 sampai blok A 11. Blok B terbagi jadi blok B 1 sampai blok B 7 dan blok C terbagi dari blok C 1 sampai blok C 7. 

Sedangkan bagian selatan, yang merupakan kawasan Kecamatan Klojen, terbagi menjadi dua blok. Yaitu blok D dan blok E. Blok D terbagi dari blok D 1 sampai blok D 5. Dan yang terakhir, blok E terbagi dari blok E 1 sampai blok E 4. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES


Top