Social Media

Share this page on:

Usung Produk Tani Sehat, Dinas Pertanian Kabupaten Malang Keliling Desa

14-09-2018 - 16:08
FFD Bubidaya Padi Sehat di Desa Slorok, Kromengan, merupakan langkah lanjutan DTPHP Kabupaten Malang untuk mendorong pemakaian pupuk organik (foto: Nana/ MalangTIMES)
FFD Bubidaya Padi Sehat di Desa Slorok, Kromengan, merupakan langkah lanjutan DTPHP Kabupaten Malang untuk mendorong pemakaian pupuk organik (foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sampai era tahun 1990-an, petani padi masih begitu sulit lepas dari ketergantung pada berbagai pupuk anorganik atau pun pestisida. Hasil akhir berupa kuantitas panen yang jadi tujuan petani saat itu. 

Hal tersebut tidak lepas juga dari kebijakan pemerintah pusat yang berusaha menjaga status swasembada berasnya. Walau pun di sisi lain, yaitu tergerusnya kesuburan tanah oleh berbagai zat kimia, menjadi persoalan di kemudian hari yang tidak terlalu diambil pusing saat itu. 

iklan

Kondisi tersebut, akhirnya mulai berubah. Pemerintah, baik dari pusat sampai daerah, bersama para peneliti, unsur masyarakat serta tentunya petani, kini mulai untuk kembali menerapkan praktik bercocok tanam yang selaras dengan kebutuhan alam. Masyarakat pun sebagai konsumen semakin melek atas pentingnya kesehatan yang berasal dari berbagai produk pertanian. 

"Apalagi sekarang, masyarakat semakin selektif memilih produk pertanian sehat untuk dikonsumsinya. Walau pun harganya lebih mahal daripada produk lainnya," kata Budiar Anwar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Jumat (14/9/2018). 

Berpijak dari pergeseran tersebut, DTPHP Kabupaten Malang yang sebenarnya telah lama juga menyosialisasikan praktik bercocok tanam sehat, kini mulai kembali memasifkannya kepada kelompok tani yang ada di berbagai wilayah. 

Budiar menyampaikan, hal tersebut untuk semakin menguatkan kesadaran petani untuk ikut serta menjaga lahan pertaniannya saat menanam atau pun memberi pupuk dalam perkembangannya. 

"Harapannya jelas, bahwa kita ingin produk petani berlimpah, harganya juga bisa tinggi. Di sisi lain tanah garapan mereka terjaga dari berbagai zat kimia atau anorganik," ujarnya kepada MalangTIMES. 

Sebarkan bercocok tanam Sehat,  DTPHP Kabupaten Malang keliling desa (Nana)

Menanggapai hal tersebut, DTPHP Kabupaten Malang gencar melakukan sosialisasi, bertatap muka,  berdiskusi sekaligus mempraktikkan berbagai hal teknis bersama petani untuk mencapai produk pertanian sehat tersebut. 

Hal ini, misalnya terlihat saat kunjungan DTPHP Kabupaten Malang ke kelompok tani Desa Slorok,  Kecamatan Kromengan. Kegiatan tersebut mengusung tema Farmer Field Day (FFD) Kegiatan Dem Area Budidaya Padi Sehat. 

Budiar menyampaikan, melalui tatap muka secara langsung antara pihaknya dengan petani, dapat ditemukan berbagai persoalan yang dihadapinya saat menuju praktik tanaman sehat tersebut. "Ada dialog dua arah akhirnya, sehingga kita bisa saling memberi dan menerima. Tentunya dengan tujuan untuk mencapai arah yang telah ditetapkan," ujarnya. 

Konsep tanaman sehat dengan mempergunakan pupuk organik atau bahan-bahan ramah lingkungan, juga merupakan arahan dari menteri pertanian. Arahan tersebut, tentunya patut untuk dilaksanakan, ujar Budiar.

"Selain kita tahu trend konsumsi beras organik terus meningkat, harganya pun tinggi karena menyehatkan. Ini yang untung juga petani nantinya. Usia tanah dengan haranya pun semakin panjang dan akan memberikan kesuburan," imbuhnya. 


Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

Top