Social Media

Share this page on:

Tak Berizin, Rumah Opa Leluasa Jual Miras (1)

Tak Ada Izin, Rumah Opa Jadi Sarang Penjualan Miras Favorit Mahasiswa Malang

14-09-2018 - 20:47
Rumah Opa Kitchen and Lounge di Jl Welirang No.41 a, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang terlihat dari luar seperti rumah kuno yang disetting cafe biasa namun di dalamnya menjual minuman keras aneka jenis (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rumah Opa Kitchen and Lounge di Jl Welirang No.41 a, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang terlihat dari luar seperti rumah kuno yang disetting cafe biasa namun di dalamnya menjual minuman keras aneka jenis (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Citra Kota Malang sebagai Kota Pendidikan lagi-lagi menjadi sorotan masyarakat.

Di balik berbagai kemajuan yang dicapai selama ini ternyata ada hal penting yang luput dari perhatian pemerintah maupun tokoh masyarakat Kota Malang.

iklan

Hal penting tersebut adalah peredaran dan konsumsi minuman keras (miras) yang kian merajalela dan tak terbendung.

Lebih mengkhawatirkan lagi karena konsumen minuman keras didominasi kawula muda khususnya kalangan mahasiswa.

Hal ini didukung banyaknya tempat peredaran dan konsumsi miras di sejumlah titik di kawasan Kota Malang.

Para pengusaha miras di Kota Malang secara berani dan terang-terangan menjual bebas minuman haram tersebut tanpa mengurus perizinan seperti yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

Salah satu tempat penjualan miras berkedok cafe yang menjadi sorotan masyarakat karena tidak mengantongi izin adalah Rumah Opa Kitchen and Lounge  yang berlokasi di Jl Welirang No.41 a, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang.

Untuk menelusuri keberadaan Rumah Opa Kitchen and Lounge beserta praktek penjualan miras di dalamnya, MalangTIMES mendatangi langsung tempat tersebut pada 16 Agustus 2018 lalu.

Dari pantauan MalangTIMES, tempat tersebut memang menjual berbagai jenis minuman beralkohol (minol) seperti bir bintang, Whisky serta aneka jenis minol lain dengan kandungan alkohol yang berbeda-beda.

Menu Rumah Opa Kitchen and Lounge yang menyantumkan secara jelas berbagai macam jenis minuman beralkohol (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Di dalam buku daftar menu juga terpampang jelas deretan merek bir lain seperti Anker, Sam Miguel, Balihai, Guiness, Calsberg, dan Smirnoff Ice.

Di sana, minol aneka jenis tersebut tertata rapi di dalam bar dan lemari pendingin.

Desain menarik dengan berbagai ornamen unik membuat Rumah Opa Kitchen and Lounge menjadi tempat yang nyaman untuk kongkow dan bersantai ria melepas penat.

Pengamatan kami, meskipun tak tampak mencolok oleh banyaknya pengunjung khususnya siang hari, tempat ini memang telah jadi favorit para mahasiswa yang ingin meminum minuman keras bahkan berpesta bersama teman-temannya.

Hal ini terbukti saat kami berada di lokasi pada 16 Agustus 2018 lalu.

Siang itu terlihat seperti seorang mahasiswi yang masih berumur belum genap 21 tahun memesan minuman beralkohol.

Seorang perempuan muda yang ditengarai seorang mahassiwi sedang asyik sendirian bersanding dengan miras jenis bir bintang di sampingnya (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Wanita muda yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun tersebut saat itu datang sendiri ke Rumah Opa Kitchen and Lounge. Ia langsung memesan minuman tanpa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk membuktikan bahwa ia telah berusia 21 tahun ke atas.

Tak lama berselang seorang pelayan datang mengantarkan minuman yang sudah disiapkan oleh bartender. Ternyata perempuan muda ini memesan bir bintang.

Perempuan tersebut dengan santainya meminum bir dan terlihat sudah terbiasa menengak minuman yang mengandung alkohol tersebut.  

Terkait hal tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) bernomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol pasal 15 menjelaskan bahwa penjualan minuman beralkohol golongan A hanya dapat diberikan kepada konsumen yang telah berusia 21 tahun atau lebih dengan menunjukkan kartu identitas (KTP) kepada petugas atau pramuniaga.

Namun, hasil pengamatan kami ternyata Rumah Opa Kitchen and Lounge tak meminta KTP kepada para pelanggan meskipun terlihat jelas konsumennya masih belum cukup umur untuk mengonsumsi minuman beralkohol seperti yang dipersyaratkan.

Selain itu, selama menjual minuman beralkohol, Rumah Opa Kitchen and Lounge ternyata sudah seringkali mendapat peringatan dari banyak pihak terkait masalah perizinan. Bahkan warga sekitar sebenarnya menolak kehadiran cafe ini karena dinilai meresahkan.

Pihak kelurahan maupun kecamatan juga telah menegaskan bahwa dalam usahanya menjual minuman beralkohol Rumah Opa Kitchen and Lounge tidak mengantongi izin.

Sementara itu, ketika MalangTIMES ingin mengonfirmasi terkait perizinan penjualan minuman beralkohol tersebut, kami datang kembali ke Rumah Opa Kitchen and Lounge pada 27 Agustus 2018.

Di sana MalangTIMES ditemui salah satu manajer yang merupakan penanggung jawab penjualan yang diketahui bernama Radenia Neda.

Neda, sapaan akran Radenia Neda, sempat menanyakan kembali maksud dan tujuan kedatangan MalangTIMES.

Setelah menyampaikan maksud untuk konfirmasi terkait proses perizinan penjualan minuman beralkohol, Neda beralasan semuanya telah dipasrahkan ke perwakilan pemilik yang ia janjikan waktu itu dalam beberapa menit akan datang ke Rumah Opa Kitchen and Lounge untuk menemui kami.

"Sebelum-sebelumnya dulu sudah ada yang sering ke sini. Dari Kelurahan, Kecamatan, Satpol PP, maupaun dari Polsek. Namun ya gitu, semua sudah selesai," ungkapnya tanpa menjelaskan maksud dari kata selesai tersebut.

Setelah itu, MalangTIMES pun menunggu hampir setengah jam lebih namun perwakilan pemilik yang dimaksud tak kunjung datang menemui kami untuk selanjutnya memberi penjelasan terkait proses perizinan seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Tak lama berselang, tiba-tiba saja, terdapat sebuah nomor yang melakukan panggilan video call Whatsapp ke nomor kami.

Setelah itu, terlihat sosok yang bagi kami tak asing lagi. Karena yang bersangkutan dulu sempat masuk dalam Daftar Penggurus Partai Gerindra Kota Malang yakni Subandi. Saat ini, yang bersangkutan sudah tidak tercatat lagi sebagai pengurus Partai Gerindra Kota Malang.

Diduga ia adalah salah satu orang dimaksud Neda sebagai perwakilan pemilik Rumah Opa Kitchen and Lounge.

Kemudian ia pun mengajak kami untuk bertemu. Entah apa maksud dan tujuan mengajak kami  bertemu tersebut apakah ingin memberikan penjelasan terkait proses perizinan atau untuk maksud lain. Namun hingga berita ini diturunkan, ajakan tersebut tidak ada tindak lanjutnya.

Untuk memperjelas bagaimana komunikasi kami dengan Subandi yang disebut oleh Manajer Rumah Opa Kitchen and Lounge Radenia Neda sebagai perwakilan pemilik, berikut disajikan dialog kami via video call Whatsapp :

Subandi            : Halo Bos...

MalangTIMES  : Halo Mas Bandi. Wah tumben-tumben telpon.

Bandi                : Ayo ketemuan bos.

MalangTIMES  : Dimana? Bahas Opo mas?

Bandi                : Loh, jare takon Rumah Opa (loh, katanya mau tanya tentang Rumah Opa)

MalangTIMES  : Oalah, oke oke. Ketemu ndek Rumah Opa pie mas? (Bertemu di Rumah Opa aja bagaimana mas?)

Bandi               : Oke. Tapi sek yo, aq sek di Batu, mariki mudun (Oke, tapi nanti ya, saya masih di Batu, setelah ini turun)

Lalu, bagaimana tanggapan pihak kelurahan dan kecamatan serta stakeholder terkait seperti Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait dengan penjualan miras di Rumah Oppa Kitchen and Lounge?

Termasuk bagaimana rekomendasi dan tanggapan tokoh agama Kota Malang terkait persoalan ini? Simak terus ulasan seri selanjutnya hanya di MalangTIMES (JatimTIMES Network). 


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher :


Top