Social Media

Share this page on:

Tak Berizin, Rumah Opa Leluasa Jual Miras (5)

Dipanggil Satpol PP untuk Klarifikasi Izin Jual Miras, Manajemen Rumah Opa Mangkir

15-09-2018 - 07:00
Tampakan salah satu minuman keras merek bintang yang terpajang di bar Rumah Opa Kitchen and Lounge (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Tampakan salah satu minuman keras merek bintang yang terpajang di bar Rumah Opa Kitchen and Lounge (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kendati sudah jelas tidak mengantongi izin usaha menjual minuman beralkohol, Rumah Opa Kitchen and Lounge di Jl. Welirang No.41a, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang juga tak menunjukkan itikad baik.

Buktinya ketika dipanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, pada 27 Agustus 2018 lalu, pihak penanggung jawab atau manajemen Rumah Opa mangkir dari panggilan tersebut.

iklan

Kasi Pembinaan, Pengawasan dan penyuluhan Bidang Penegakan Satpol PP Kota Malang Hani Karsanto mengungkapkan sejatinya Rumah Opa dipanggil terkait proses perizinan usaha mereka yakni penjualan minuman beralkohol.

"27 Agustus 2018 memang kita undang ke Satpol PP, untuk kita lihat berkas-berkas izinnya. Undangan pukul 09.00 WIB namun ditunggu sampai pukul 12.00 WIB juga nggak datang-datang tanpa pemberitahuan yang jelas," bebernya.

Untuk selanjutnya, tentunya akan dilakukan pemanggilan kembali terhadap Manajeman Rumah Opa. Namun jika tetap tidak ada itikad baik, maka Satpol tentu akan melakukan penindakan.

"Diundang lagi kalau nggak hadir, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) langsung ke sana dan melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tempat. Dulu pernah disidang, setelah sidang membuat surat pernyataan untuk mengurus perizinan. Kita pernah ke sana, tapi ya gitu sambutannya, setengah jam nggak ditemui, nggak mau keluar, mirasnya juga pernah disita," paparnya (27/8/2018).

Untuk sanksi penutupan, pihaknya harus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Perizinan, Dinas perdagangan, maupun Dinas Pariwisata.

Ada dua jenis sanksi, yakni sanksi administratif berupa pencabutan izin dengan segala dampak hukumnya. Selain itu ada juga sanksi pidana karena tidak mematuhi perda seperti pada Bab XI pasal 22 ayat 1.

Di sana disebutkan dengan tegas setiap orang atau perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Penjatuhan pidana kurungan atau denda sebagaimana dimaksud pada ayat 1 itu, tidak mengurangi hak dan wewenang pihak yang berwenang untuk menyita dan memusnahkan minuman yang dinyatakan sebagai pelanggaran.

Sebelumnya, MalangTIMES juga sempat mendatangi Rumah Opa untuk bertemu dengan manajernya yang diketahui bernama Radenia Neda.  

Saat itu  ia mengatakan, bahwa akan ada perwakilan dari manajemen yang akan menemui MalangTIMES untuk menjelaskan terkait perizinan dari Rumah Opa.

Namun hingga setengah jam lebih MapangTIMES menunggu, tak kunjung ada perwakilan dari pihak manajemen untuk menjelaskan terkait perizinan dari Rumah Opa.

Namun, sebelumnya sempat dikatakan oleh Neda, bahwa pihak kelurahan, kecamatan hingga Satpol maupun Polsek pernah mendatangi Rumah Opa. Namun tidak dijelaskan secara gamblang tujuan kedatangan mereka tersebut untuk apa.

"Ya pernah ke sini. Dan semuanya sudah selesai, nggak ada masalah," tutur Neda tanpa menjelaskan secara detail maksud perkataannya (27/8/2018).


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher :


Top