Social Media

Share this page on:

Tak Berizin, Rumah Opa Leluasa Jual Miras (6)

Minta Rumah Opa Ditindak, Ketua PCNU Kota Malang : Jika Dibiarkan Sama Saja Kita Ikut Menghancurkan Generasi

15-09-2018 - 08:00
Ketua PCNU Kota Malang Dr KH Isroqun Najah (Foto : Dok/MalangTIMES)
Ketua PCNU Kota Malang Dr KH Isroqun Najah (Foto : Dok/MalangTIMES)

Kegiatan Rumah Opa Kitchen and Lounge di Jalan Welirang 41a, Oro-Oro Dowo, Klojen ,Kota Malang dalam menjual minuman beralkohol tanpa izin mendapat tanggapan dari Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kota Malang.

Ketua PCNU Kota Malang Dr KH Isroqun Najah menyesalkan mengapa sampai saat ini praktek penjualan miras di Rumah Opa dibiarkan begitu saja.

iklan

Padahal, terlihat jelas bahwa praktek penjualan yang dilakukan tanpa mengindahkan aturan dan ketentuan yang ada atau jelas-jelas menabrak Perda Kota Malang nomor 5 tahun 2006 Tentang Pengawasan, Pengendalian, Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol, pada Bab V tentang ketentuan perizinan, bagian ke-1, pasal 8.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemkot Malang dan masyarakat jangan tutup mata terhadap persoalan ini.

"Mestinya harus ada tindakan itu. Sesungguhnya kan kita tahu dampak negatifnya itu," ungkapnya ketika dihubungi MalangTIMES (26/8/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, jika memang semua pihak punya keinginan bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa, tentunya sejak awal harus ada proses yang dilalui sesuai ketentuan yang ada.

"Dulu kan saya pernah dengar hanya untuk memfasilitasi wisatawan asing karen itu memang bagian dari hidup mereka. Ya monggo kalau itu di lokasir di hotel-hotel atau tempat yang khusus sehingga tidak dikonsumsi publik. Informasinya dulu seperti itu, tapi kalau memang kita membiarkan berpraktek seperti sekarang sama saja kita ikut menghancurkan generasi bangsa ini," paparnya.

Kenyataan di lapangan, Rumah Opa memang terkesan acuh dengan dampak negatif penjualan miras yang leluasa kepada siapapun. Padahal, persoalan ini, tegas Gus Is, sapaan akrab Dr KH Isroqun Najah menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan generasi bangsa.

Cafe ini terbukti leluasa menjual bebas minuman beralkohol kepada siapa saja, termasuk mereka yang belum cukup umur tanpa mengindahkan ketentuan.

Pengamatan MalangTIMES pada 16 Agustus 2018 membuktikan ada seorang wanita muda yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun yang dengan leluasa meminum miras di lokasi ini tanpa melalui pemeriksaan identitas seperti yang dipersyaratkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

Wanita muda yang ditengarai salah seorang mahasiswi di Kota Malang ini waktu itu datang sendiri ke Rumah Opa dan langsung memesan miras tanpa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bahwa ia telah berusia 21 tahun ke atas.

Namun tak lama berselang pelayan datang mengantarkan minuman yang sudah disiapkan bartender. Ternyata yang ia pesan adalah bir bintang.

Perempuan tersebut dengan santainya meminum bir dan terlihat sudah terbiasa menengak minuman yang mengandung alkohol tersebut sembari menghisap rokok.

Hal ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa proses penjualan miras di Rumah Opa berlangsung leluasa tanpa mengindahkan aturan yang ada.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher :


Top