Social Media

Share this page on:

Gubernur Jatim Perintahkan Pemkot Malang Musuhi Kota Surabaya dan Singapura

04-10-2018 - 14:36
Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tengah, berkacamata) saat menemui awak media usai memberikan sambutan dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tengah, berkacamata) saat menemui awak media usai memberikan sambutan dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo memberikan banyak wejangan bagi Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang bakal memimpin kota pendidikan itu selama lima tahun mendatang. Salah satunya dengan mencari "musuh" agar arah perkembangan kota bisa terukur. 

Menurut Soekarwo, saat ini Kota Malang telah berhasil menjadi salah satu tiang penyangga perekonomian Jawa Timur. Meski demikian, masih banyak yang bisa dikembangkan agar semakin berdaya saing global. "Kalau mau maju, harus ada musuhnya, enemy-nya. Standar musuhnya harus ditentukan. Mana, Surabaya atau Singapura. Itu menjadi patokan yang akan disaingi sehingga terukur," urai Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

iklan

Hal tersebut disampaikan Soekarwo saat memberi sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang dalam agenda Pidato Penyampaian Visi dan Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Masa Jabatan Tahun 2018-2023, hari ini (4/10/2018) di gedung dewan. "Langkah yang bagus tadi ketika disampaikan sudah merangkul Kota Batu dan Kabupaten Malang. Ketiganya ini nanti akan menjadi satu kekuatan baru yang holistik (menyeluruh)," terangnya.

Soekarwo memberi titik tekan pada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Kota Malang ke depan. Salah satunya dengan memperkuat posisi sebagai kota penyedia jasa. "Besarnya fungsi perdagangan dan fasilitasinya harus dibesarkan, agar jadi kota jasa," tegasnya.

Menurut Pakde Karwo, pertumbumbuhan kota jasa akan lebih produktif dibanding kota industri. "Sektor jasa kan besar sekali persentase (sumbangan ekonominya). Industri digeser ke Kabupaten Malang, diperkuat kerja sama dengan Kota Batu soal jasa," tambahnya.

Hal ini karena berdasarkan data provinsi, sebanyak 24 persen kunjungan wisatawan domestik di Jawa Timur mengarah ke Malang Raya. Dalam setahun, tak kurang dari 14 juta pengunjung wisata yang menyasar Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. 

Selain itu, Pemkot Malang juga diminta mendahulukan urusan wajib pemerintahan dibanding program-program sekunder. "Program unggulan itu memang penting, tapi tadi banyak sekali saya catat program yang disusun Pak Wali (Sutiaji) belum urusan wajib," ujarnya.

Urusan yang harus diampu pemkot di antaranya urusan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, hingga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Terakhir, Pakde Karwo meminta agar pasangan Sutiaji-Sofyan Edi juga membangun komunikasi dengan kepala daerah lama agar bisa mengetahui program-program yang bisa dilanjutkan. "Tetap pejabat lama jangan asal kritik, tapi dilihat positifnya. Misalnya di Singapura, mantan perdana menteri jadi menteri utama yang setingkat Dewan Syuro (dewan pertimbangan). Itu bagus sekali, jangan seperti di Filipina di mana pemimpin lama selalu dimasukkan ke penjara oleh pemimpin baru," pungkasnya.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :


Top