Social Media

Share this page on:

Tersisa 4 Jenazah di Reruntuhan Hotel Roa-Roa, Diduga Salah Satunya Atlet Paralayang Reza Kambey

08-10-2018 - 12:29
Atlet paralayang Jatim Reza C. kambey (kiri) bersama atlet Asian Games 2018 Ike Ayu (kanan). (Foto: Istimewa)
Atlet paralayang Jatim Reza C. kambey (kiri) bersama atlet Asian Games 2018 Ike Ayu (kanan). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Selama 10 hari hingga Senin (8/10/2018), tim Badan SAR Nasional (Basarnas) telah merampungkan evakuasi Hotel Roa-Roa yang ambruk dalam bencana gempa di Palu, Sulawesi Tengah, lalu. Namun hingga saat ini, atlet paralayang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim Reza Christianto Kambey asal Kota Malang  belum ditemukan.

Reza bersama dengan atlet paralayang Jatim lainnya menginap di Hotel Roa-Roa. Ketua FASI Jatim Arif Eko Wahyu mengatakan, hingga evakuasi sampai selesai, jenasah Reza masih belum ditemukan. “Tetapi memang ada 1 jenazah yang diduga itu Reza yang sudah dievakuasi pada saat kedatangan Presiden Joko Widodo,” kata Arif, Senin (8/10/2018). 

iklan

Dia menambahkan, diduga jenazah Reza sudah ditemukan saat kunjungan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Palu pada Rabu (3/10/2018). Saat itu memang Basarnas menemukan 4 jenazah di reruntuhan Hotel Roa-Roa, tetapi masih belum dapat diidentifikasi. 

Tidak dapat diidentifikasinya Reza itu diduga almarhum tidak menggunakan atribut atau identitas sebagai atlet paralayang dan sebagainya. Sehingga membuat tim kesulitan mengidentifikasi jenazah yang ditemukan. 

Menurut Arif, semua jenazah atlet paralayang yang ditemukan sebelumnya, seperti Ardi Kurniawan, Fahmi Rizky, dan Lee Dong Jin, menggunakan identitas yang bisa dikenali. “Seperti Ardi, saat ditemukan menggunakan celana  hijau bertuliskan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016,” imbuhnya saat dikonfirmasi. 

Diduga Reza saat ditemukan mengenakan pakaian umum atau bebas sehingga tidak dapat dikenali. Lalu di jari manis Reza yang biasanya terdapat cincin menikah dalam kondisi terpotong sehingga sulit diidentifikasi. “Kondisi jari yang disematkan cincn itu terpotong. Lalu pakai pakaian bebas. Jadi, susah diidentifikasi,” ungkap Arif. 

Tetapi, setelah menyusuri keseluruhan hotel, akhirnya bisa dipastikan 70 persen jika jenazah yang ditemukan 3 Oktober lalu adalah jenazah Reza karena ditemukan tidak berjauhan dengan tas tangan miliknya. Apalagi Basarnas melaporkan hanya tinggal 4 jenazah yang tidak dapat diidentifikasi. Dari 4 jenazah itu, 3 perempuan dan 1 pria.

“Nah kebetulan memang keluarga yang mencari itu kehilangan 3 orang perempuan dan 1 pria. Sehingga kesimpulannya benar jika itu adalah Reza,” kata Arif. (*)


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top