Social Media

Share this page on:

Berdalih untuk Berobat dan Bedah Rumah, Warga Miskin Gumukmas Dimintai Dana, Pelaku Catut Nama Bupati dan Camat

10-10-2018 - 12:33
Korban Sofiyah saat menceritakan kejadian yang dialaminya (foto : by Subur / JatimTIMES)
Korban Sofiyah saat menceritakan kejadian yang dialaminya (foto : by Subur / JatimTIMES)

MALANGTIMES - Nama Bupati Jember dr. Hj.Faida MMR dan plt. Camat Gumukmas Ir. Nana Suminarsih dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab. Dalam modusnya, pelaku mendatangi rumah warga miskin yang mengalami sakit.

Kepada korbannya, pelaku meminta sejumlah uang dengan cara dimasukkan ke dalam amplop, dengan dalih untuk menyuap Bu Camat agar segera ditangani pengobatannya serta dibantu bedah/ renovasi rumahnya.

iklan

“Orangnya tinggi, ada kumisnya, saat ke sini menggunakan baju bergaris, katanya bisa bantu untuk biaya pengobatan dan rehab rumah saya, tapi orangnya minta uang 200 ribu rupiah dan disuruh memasukkan ke dalam amplop, katanya uang itu untuk Bu Camat,” ujar Ibu Sofiyah warga Dusun Krajan Desa Purwoasri.

Bahkan saat di depan korban yang memiliki penyakit tumor, pelaku juga pura-pura menelepon Bupati Jember, dalam pembicaraannya pelaku menyatakan kalau di Gumukmas ada warga yang rumahnya perlu direnovasi karena sudah tidak layak. “Malah orangnya setelah menerima uang dalam amplop langsung telepon bupati, ia bilang ke bupati kalau rumah saya perlu direnovasi karena sudah tidak layak,” ujar korban.

Aksi meminta sejumlah uang dengan mencatut nama Bupati Jember dan Camat Gumukmas ini sempat diunggah oleh akun bernama Dendy Kurniawan di group netizen Berita Gumukmas. Dalam postingannya, Dendy menyebut jika orang yang datang ke rumah budenya bersepatu dan gayanya mirip wartawan.

“Lor Barusan ada orang yg pakaian jaket dan sepatuan kayaknya seorang media krn kmrin fia juga pernah datang kata bukde saya ,dia minta Uang Rp 200.000 katanya mau buat nyogok B.camat dan di jember untuk pengobatan dan penanganan lbh lanjut dan orang itu tadinya sempat tlv B.faida katanya buk de dan mau ajuakan renovasi Rumahnya Bukde juga ,karena Orang itu keburu buru gk.masuk rumah sama Bukde di kasih uang itu dgn di bungkus amplop ,Bukde percaya krn sudah Minta izin Ke Ketua BG mas Subur krn Dia Juga orang pertama yg mau membantu pengobatan.
Setelah di Cek Ke kecamatan ketemu am P.imam suroso SH ,teryata beliau bilang tdk ada tamu untuk ngurus dan mengajukan warga yg sakit ,apalagi B.camat yg nrima uang dan saya lgsg nemui Mas subur teryata tdk ada org yg juga nemui ke mas subur ,Kok tega Orang ini masih meminta Uang sdgkan Bukde buat makan aja bingung Maaf lur,merasa kasian saja saya am B.de”
tulis Dendy dalam postingannya.

Postingan inipun mendapat tanggapan dari netizen, dan meminta oknum tersebut ditangkap, Subur Irfaldo salah satu admin dalam group Netizen Berita Gumukmas, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa group medsos yang digawanginya juga dicatut dan terkena imbasnya, karena menurut pria yang aktif dalam kegiatan sosial ini, pelaku juga menyebut nama dirinya sebagai pelaksana renovasi rumahnya.

“Ulah pelaku sudah mencoreng nama grodup medsos kami, karena memang selama ini medsos kami, digunakan untuk membantu warga tidak mampu yang ada di sekitar Gumukmas dan Kencong, tapi oleh pelaku dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi, sedangkan kami sendiri tidak pernah meminta-minta kepada warga yang rumahnya akan direhab, karena kami sudah memiliki donatur tetap dan menyisihkan rezeki anggota group untuk membantu warga yang tidak mampu,” ujar Subur.

Subur berjanji akan segera melacak pelaku yang telah memanfaatkan warga miskin tersebut, karena semua data tentang pelaku sudah dikantongi. “Insya Alloh secepatnya kami akan menemukan pelaku, karena ciri-ciri dan datanya sudah kami kantongi,” ujar Subur.

Sementara Plt. Camat Gumukmas Ir. Nana Sumiarsih, saat dikonfirmasi membantah jika dirinya menyuruh orang untuk meminta dana bagi warga yang mengurus SPM (Surat Pernyataan Miskin) untuk berobat, bahkan dirinya mengecam ulah pelaku yang mencatut namanya.

“Saya tidak pernah menyuruh orang untuk meminta imbalan kepada warga untuk mendapat SPM, karena semua warga yang mau mengurus SPM kami gratiskan, selama ini saya hanya mengetahui saja dalam tanda tangan di SPM, surat pengantar dari RT dan Kades, terus diserahkan ke saya,” tegas Sumiarsih.  (*)


Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES (Jatim Times Network)


Top