Social Media

Share this page on:

Gara-gara Beli Motor, Warga Tajinan Masuk Bui Bersama Penjual Motornya

10-10-2018 - 12:48
Barang bukti motor curian yang diamankan petugas (foto: Polsek Lowokwaru for MalangTIMES)
Barang bukti motor curian yang diamankan petugas (foto: Polsek Lowokwaru for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Edi Pujiwantoro (35) warga Jl. H.M Noer, Dusun Nanasan, Rt 06 Rw 03, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang bernasib apes. Pasalnya karena membeli sepeda motor bekas, justru mengantarkannya ke sel jeruji besi Polsek Lowokwaru.

Bukan tanpa sebab ia digelandang menuju sel jeruji besi. Dari hasil penyelidikan anggota Polsek Lowokwaru, terungkap bahwa Edi merupakan seorang penadah barang curian yang tempat kejadian perkaranya berada di wilayah Lowokwaru.

iklan

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono menjelaskan, bahwa tertangkapnya pelaku, bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai motor yang dibeli berlaku merupakan barang hasil dari kejahatan. 

"Dasarnya dari laporan tanggal 18 September dan 28 September 2018," paparnya.

Kemudian oleh Unit Reskrim Polsek Lowokwaru dilakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dan data-data bahwa barang tersebut memang merupakan barang curian. 

"Selanjutnya petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku dan melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Di sana petugas mendapati satu sepeda motor yang diduga merupakan barang curian.

Setelah dicek ternyata memang benar dan sesuai dengan motor yang dilaporkan hilang di Polsek Lowokwaru," ungkap Pujiono (9/10/2018).
 
Tak berhenti di situ, kemudian petugas pun kembali melakukan perkembangan dari mana Edi mendapatkan mendapatkan atau membeli motor curian tersebut.

Setelah dimintai keterangan lebih lanjut Edi mengaku mendapatkan motor curian tersebut dari salah seorang temannya yang bernama Khusaini (48) warga Jl. Sumbersari Dalam, Rt 09 Rw 01, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

"Informasi itu kemudian langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan langsung menangkap pelaku di sekitar rumahnya. Keterangan sementara pelaku mengaku baru dua kali beraksi di wilayah Lowokwaru. Namun kami terus dalami pengakuan pelaku. Untuk sebagian hasil curian dijual pelaku di wilayah Jember. Sementara itu, modus pencurian yang digunakan oleh pelaku, yakni menggunakan kunci palsu atau kunci T," terangnya

Terakhir ia juga kembali mengimbau, agar masyarakat terus berhati-hati dan waspada dalam turut menjaga keamanan sekitar.

"Hati-hati dalam memarkir kendaraan dan jangan lupa memarkirkan kendaraan yang terjangkau dari pandangan. Akan lebih baik lagi diberikan kunci ganda, sehingga tidak mudah untuk dicuri," pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES


Top