Social Media

Share this page on:

Bantuan Palu-Donggala Terkumpul di Pemkot, Masih Minim Perlengkapan Bayi

10-10-2018 - 14:39
Bantuan yang terkumpul di gazebo Balai Kota Malang untuk disalurkan ke Kota Palu dan Donggala. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bantuan yang terkumpul di gazebo Balai Kota Malang untuk disalurkan ke Kota Palu dan Donggala. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bantuan untuk korban gempa disertai tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, terkumpul semakin banyak di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sampai dengan Rabu (10/10/2018) siang, tercatat berbagai bantuan datang dari karyawan Pemerintah Kota Malang sendiri dan masyarakat umum.

Kasubag TU Bagian Umum Pemkot Malang Agus Sumarwanto menyampaikan, sampai pukul 13.00 WIB tercatat bantuan uang tunai yang masuk sebesar Rp 83,4 juta. Selain itu, bantuan yang terkumpul berupa baju layak pakai, makanan, sembako, perlengkapan bayi, dan perlengkapan mandi.

iklan

"Tapi perlengkapan bayi dan obat-obatan masih sangat sedikit. Harapannya masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan bisa lebih memprioritaskan perlengkapan bayi dan obat-obatan," katanya kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Rencananya, bantuan yang terkumpul tersebut akan disalurkan ke Palu dan Donggala pada Kamis (11/10/2018) besok. Meski begitu, posko bantuan masih tetap dibuka lebar sampai dengan kondisi Palu dan Donggala membaik.  Jam penyaluran bantuan dimulai selama hari kerja, yaitu Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Lebih jauh Agus menjelaskan, beberapa perlengkapan bayi yang masih minim dan perlu untuk segera disalurkan di antaranya selimut, baju bayi, susu, dan makanan bayi. Sementara obat-obatan yang menjadi kebutuhan adalah obat-obatan dasar yang digunakan dalam P3K. "Saat ini yang paling banyak adalah pakaian," ucapnya.

Posko bantuan untuk Palu dan Donggala itu masih kelanjutan dari posko yang dibuka akhir Agustus lalu untuk menyalurkan bantuan ke Lombok. Bantuan yang dikirim ke Lombok belum lama ini pun berhasil mengumpulkan uang tunai lebih dari Rp 100 juta.

"Dinas Sosial dan Kantor Terpadu (Block Office di Kedungkandang) juga membuka posko bantuan. Mungkin yang sudah terkumpul besok akan dikirim bareng-bareng biar tidak menumpuk terlalu banyak," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan MalangTIMES, saat ini jumlah bantuan yang dikumpulkan di gazebo Balai Kota Malang tampak menumpuk. Kebanyakan memang pakaian dan selimut yang ditata rapi dan dibungkus kardus. Tertulis bantuan datang dari perorangan, lembaga, dan komunitas. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top