Social Media

Share this page on:

Polisi Tembak Dua Pedagang Sayur dan Buah, Ini Pemicunya

10-10-2018 - 15:50
Kedua Pelaku bersama 3 sepeda motor sebagai barang bukti saat di gelar di halaman Mapolres Jember
Kedua Pelaku bersama 3 sepeda motor sebagai barang bukti saat di gelar di halaman Mapolres Jember

MALANGTIMES - Siapa sangka di balik penampilan sederhana Slamet (40), warga Dusun Krajan, Desa Kertonegoro, Jenggawah, Jember, dia seorang penjahat beringas yang tidak segan-segan melukai korbannya. Slamet yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang buah di pasar ini terpaksa ditembak kaki sebelah kanan karena terlibat aksi pencurian bersama komplotannya.

Rabu (10/10/2018) siang, Slamet bersama Dodik Hosnadi (31), warga Gebang Poreng, Gebang, Jember, yang berprdofesi sebagai pedagang sayur keliling dipamerkan di hadapan media oleh kapolres Jember. Keduanya dibopong anggota Satreskrim Polres Jember. Sama seperti Slamet, kaki Dodik juga dihadiahi timah panas.

iklan

“Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama, yaitu curat (pencurian dengan pemberatan). Dari penyidikan sementara, pelaku sudah melakukan aksinya di 11 lokasi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku bersama komplotannya yang beranggota 7 orang membawa senjata tajam. Saat ini baru dua yang berhasil kami ringkus. Sedangkan 5 lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo.

Kapolres menambahkan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku selalu membawa sajam jenis celurit. Senjata itu digunakan pelaku untuk mengantisipasi kalau korban melawan dan digunakan untuk melukai korbannya, “Pelaku memang dikenal sering melukai korbannya dan komplotan mereka selama ini berbagi peran saat beraksi,” ungkap kapolres.

Bahkan dari data yang diterima media ini, komplotan Slamet juga pernah melakukan aksi pencurian di rumah salah satu anggota Satintelkam Polres Jember. Aksi mereka tidak hanya berlangsung di rumah saja, tetapi juga mencari korban di jalanan. "Pelaku selama ini menjalankan aksinya dengan cara mencongkel rumah korban. Pelaku juga tidak segan merampas kendaraan korban saat ada pengendara sedang berjalan sendirian dengan cara menendang sepeda motor korban,” tambah kapolres.

Berikut data 11 TKP (tempat kejadian peristiwa) aksi kejahatan para pelaku. Di Dusun Krajan, Desa Sukorambi, Jember, pelaku menggondol Honda Vario. Di Desa Pace, Silo, mereka menggasak Yamaha Vixion. Di Pasar Gebang, Honda Beat yang disikat. Di Gambirono, Bangsalsaei, kembali Yamaha Vixion yang dicuri. Di Desa Kaliwining, Rambipuji, komplotan ini menggondol Honda Kharisma.

Lalu, di Pasar Sapi Tempurejo, giliran Suzuki Satria dan Honda Impressa yang disikat. Di Jalan Mojopahit Jember, mereka mencuri Honda Vario. Di Jl Kacapiring Gebang, kembali Honda Vario yang dicuri. Di Pasar Tanjung, mereka melarikan Yamaha Vega. Dan di Jl Singosari II Kebonsari, Honda Mega Pro berhasil dicuri.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, sebilah celurit dan linggis kecil, 3 sepeda motor, kunci T, tang dan masker. “Pelaku kami jerat dengan pasal 363 dengan ancaman 7 tahun penjara. Dan korban-korban pelaku sudah kami hubungi untuk mengambil kendaraanya di napolres tanpa dipungut biaya alias gratis,” pungkas kapolres. (*)


Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Jember TIMES (Jatim Times Network)


Top